Sektor yang Terdampak Jika AC Milan Gagal ke Liga Champions: Pelatih, Transfer Pemain, hingga Finansial
KOLOMBOLA.COM – Kemenangan AS Roma atas Fiorentina membuat persaingan di papan atas Serie A kembali memanas. Situasi itu ikut menekan AC Milan yang kini menghadapi risiko nyata keluar dari zona empat besar setelah sempat berada dalam posisi stabil sepanjang musim.
Jika gagal lolos ke Liga Champions, dampaknya bagi Rossoneri tidak hanya soal prestise. Efeknya dapat merembet ke masa depan pelatih, kebijakan transfer, hingga kondisi finansial klub.
Masa depan Allegri ikut dipertaruhkan
Massimiliano Allegri disebut belum sepenuhnya aman terkait masa depannya di San Siro. Kontraknya akan otomatis diperpanjang hingga 2028 apabila Milan finis di empat besar. Namun, jika tiket Liga Champions lepas, kontrak itu tetap berjalan sampai 2027 dengan ketidakpastian yang lebih besar soal kelanjutan proyek tim.
Situasi tersebut berpotensi membuat Allegri mempertimbangkan opsi lain di masa depan, termasuk peluang menangani tim nasional.
Daya tarik di bursa transfer menurun
Tanpa Liga Champions, daya beli Milan di pasar transfer diperkirakan turun signifikan. Klub disebut bisa kehilangan sekitar 100 juta euro atau setara Rp2,03 triliun dari potensi pemasukan kompetisi elite Eropa itu.
Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan Milan dalam merekrut pemain incaran. Sejumlah nama seperti Leon Goretzka serta penyerang Alexander Sorloth, Goncalo Ramos, dan Nicolas Jackson bisa menjauh dari radar karena minimnya daya tarik bermain di kompetisi tertinggi Eropa.
Modric dan pemain bernilai tinggi berisiko pergi
Luka Modric menjadi salah satu nama yang berpotensi tidak bertahan jika Milan gagal ke Liga Champions. Gelandang Kroasia itu disebut memiliki ambisi besar meraih trofi, sesuatu yang akan sulit dicapai bila skuad Milan tak cukup kompetitif.
Di sisi lain, klub juga bisa terdorong menjual beberapa pemain bernilai tinggi demi menutup potensi kerugian. Rafael Leao, Christian Pulisic, dan Mike Maignan termasuk dalam daftar aset yang dapat dilepas jika manajemen perlu menyeimbangkan neraca keuangan.
Tekanan finansial semakin besar
Menjelang penutupan tahun buku, kondisi finansial Milan diperkirakan ikut tertekan. Tanpa penjualan pemain sebelum 30 Juni, klub disebut berisiko mencatat kerugian. Dalam skenario itu, pemain dengan nilai pasar tinggi bisa dikorbankan agar keuangan tetap terkendali.
Konsekuensi tersebut tentu berbahaya bagi kualitas skuad secara keseluruhan. Di saat yang sama, absennya Milan dari Liga Champions juga akan memperlebar jarak dengan Inter Milan yang semakin dominan di level domestik maupun Eropa.
Bagi para suporter, kegagalan ini akan menjadi pukulan berat terhadap harapan melihat Rossoneri kembali ke masa kejayaan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
