Giorgio Furlani Klarifikasi Soal Aksi Tersenyum di Tengah Amarah Ultras Milan

14 May 2026 • 02:26 iMedia

KOLOMBOLA.COM – CEO AC Milan, Giorgio Furlani, memberikan klarifikasi usai dirinya terekam kamera tersenyum di tribun saat ultras Rossoneri meluapkan kemarahan dalam laga kontra Atalanta. Momen itu memicu kritik dari pendukung Milan yang menilai manajemen kurang peka terhadap situasi klub.

Tekanan terhadap Milan memang tengah meningkat setelah mereka kalah dalam tiga dari lima laga terakhir di liga. Hasil tersebut membuat peluang Rossoneri untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan semakin terancam.

Sebelum pertandingan dimulai, ultras Milan menggelar aksi protes di Curva Sud. Mereka secara terbuka meminta Furlani meninggalkan klub karena dianggap gagal membawa Milan keluar dari situasi sulit pada musim ini.

Di tengah protes tersebut, kamera televisi menangkap ekspresi Furlani yang tampak tersenyum di tribun San Siro. Reaksi itu langsung memantik gelombang kritik baru dari suporter yang merasa tindakan tersebut tidak menghormati kemarahan mereka.

Furlani kemudian menjelaskan bahwa ekspresi itu bukan bentuk meremehkan protes suporter. Kepada Gazzetta dello Sport melalui Football Italia, ia menyebut senyum tersebut muncul karena tekanan besar yang dirasakannya dalam laga penuh tensi itu.

“Itu hanya ekspresi stres. Ketegangan sangat tinggi, juga mengingat apa yang dipertaruhkan dalam pertandingan itu,” kata Furlani.

Protes ultras Milan tidak berhenti setelah laga usai. Saat tim tertinggal 0-3 hanya dalam 52 menit, sebagian besar suporter di Curva Sud memilih meninggalkan stadion sebagai bentuk kekecewaan.

Sejumlah ultras yang tetap bertahan sempat meneriakkan nama legenda klub, Paolo Maldini. Mereka juga menunggu para pemain di luar stadion, meski akhirnya tidak diizinkan bertemu dengan skuad Milan.

Direktur olahraga Milan, Igli Tare, mengaku memahami kemarahan para pendukung. Menurutnya, demonstrasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi klub.

“Para penggemar berhak untuk berdemonstrasi dan mengekspresikan keyakinan mereka. Saya melihatnya lebih sebagai masalah psikologis bagi tim, yang telah kehilangan sebagian ketenangan yang dimilikinya dalam beberapa bulan sebelumnya,” ujar Tare kepada DAZN, via Football Italia.

Ia menambahkan bahwa Milan kini harus segera menenangkan situasi agar bisa menjaga target musim ini. “Hal terpenting sekarang adalah tetap tenang, mampu menerima kritik, tetapi juga bereaksi dan mencapai target kita. Itu akan memberi kita langkah maju menuju masa depan,” lanjutnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya