Viktor Gyokeres Buktikan Kelasnya, Atletico Jadi Korban saat Arsenal Tembus Final

06 May 2026 • 23:42 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Viktor Gyokeres tampil sebagai salah satu kunci kemenangan Arsenal atas Atletico Madrid. Bukan hanya soal kerja keras, penyerang asal Swedia itu juga menunjukkan karakter striker klasik yang jarang terlihat di sepak bola modern.

Sepanjang laga, Gyokeres terus bertarung dengan bek lawan, memenangi duel fisik, dan menjadi jalan keluar Arsenal saat berada di bawah tekanan. Penampilan impresif ini terasa semakin spesial karena ia datang ke pertandingan dengan beban kritik sepanjang musim.

Salah satu momen paling mencolok terjadi pada masa injury time. Piero Hincapie mengirim umpan panjang ke area tengah lapangan, dan Gyokeres langsung menggunakan tubuhnya untuk melindungi bola dari kawalan Marc Pubill. Bek Atletico itu akhirnya melanggar karena kesulitan merebut bola, situasi yang membantu Arsenal mengontrol tempo hingga laga berakhir.

Aksi tersebut mendapat sambutan hangat dari suporter Arsenal. Bahkan Myles Lewis-Skelly tampak berlari dari bangku cadangan untuk memberikan tepuk tangan kepada Gyokeres.

Mikel Arteta turut memuji performa sang striker. Pelatih Arsenal itu menyebut penampilan Gyokeres sebagai sesuatu yang “luar biasa besar” karena memberi dimensi berbeda di lini depan.

Berbeda dengan banyak penyerang modern yang lebih sering beroperasi di sekitar kotak penalti, Gyokeres aktif bergerak ke berbagai sisi lapangan. Ia berlari ke channel, menarik bek Atletico keluar dari posisi, dan menjadi target umpan panjang Arsenal.

Data pertandingan menunjukkan Gyokeres menempuh jarak 10,56 kilometer, tertinggi ketiga di lapangan dan paling banyak di antara pemain Arsenal. Ia menjadi outlet utama ketika tim ingin keluar dari tekanan. David Raya, Ben White, William Saliba, Gabriel, Declan Rice, hingga Leandro Trossard berkali-kali mengirim bola panjang ke arahnya, dan Gyokeres mampu menahan bola dengan sangat baik.

Performa itu cukup kontras dengan catatan musimnya secara keseluruhan. Sebelumnya, laporan The Athletic menyebut Gyokeres memiliki turnover rate sebesar 42 persen, tertinggi di antara striker yang tampil minimal 900 menit musim ini.

Sejak awal pertandingan, Atletico memang terlihat kerepotan menghadapi kekuatan fisik Gyokeres. Pada menit ke-12, ia berhasil menahan David Hancko di dekat garis tepi sebelum mengalirkan bola kepada Ben White. Tak lama kemudian, ia mengejar umpan jauh dari Leandro Trossard dan mengalahkan Robin Le Normand dalam duel lari untuk memenangkan sepak pojok.

Kepercayaan dirinya terus meningkat sepanjang babak pertama. Dalam satu momen lain, Gyokeres kembali memenangi duel melawan Hancko setelah menerima bola panjang dari Raya, lalu mengirim backheel kepada Eberechi Eze. Diego Simeone bahkan terlihat kesal kepada Hancko karena gagal memenangi duel tersebut.

Kontribusi Gyokeres juga terlihat dalam proses gol kemenangan Arsenal. Pergerakannya saat menyambut umpan William Saliba membuka ruang dan mengekspos posisi Hancko sebelum Bukayo Saka mencetak gol.

Meski tidak mencetak gol, Gyokeres tetap memberi dampak besar. Ia sempat memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan Arsenal saat menerima crossing Hincapie, namun penyelesaiannya masih melambung di atas mistar gawang.

Namun, kerja keras dan kontribusi fisiknya sudah cukup untuk mendapatkan apresiasi besar dari publik Emirates. Bagi Gyokeres, laga melawan Atletico menjadi bukti bahwa dirinya masih bisa menjadi sosok penting bagi Arsenal, terlebih di tengah situasi cedera yang dialami Kai Havertz.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya