Martin Zubimendi Dikritik, tetapi Juga Mendapat Pembelaan

KOLOMBOLA.COM – Martin Zubimendi tengah menjadi sorotan setelah performanya di Arsenal memunculkan perdebatan. Gelandang asal Spanyol itu sempat dipandang sebagai salah satu rekrutan paling menjanjikan saat didatangkan dari Real Sociedad dengan nilai transfer 56 juta poundsterling pada musim panas lalu.

Namun, belakangan statistik Zubimendi mulai memicu kekhawatiran. Ia tidak mencatatkan gol maupun assist dalam sembilan pertandingan terakhir, sehingga menimbulkan kritik dari sejumlah pengamat sepak bola.

Gary Neville menjadi salah satu pihak yang melontarkan kritik terbuka. Ia menilai kontribusi Zubimendi belum cukup besar untuk membantu Arsenal dalam momen-momen penting.

Neville bahkan membandingkan Zubimendi dengan gelandang legendaris seperti Andrea Pirlo, Paul Scholes, dan Rodri. Menurutnya, pemain di posisi itu seharusnya mampu mengatur tempo, mendikte permainan, dan membuat tim lebih dominan dalam penguasaan bola.

“Saya pikir pada awal musim bahwa Zubimendi adalah rekrutan yang hebat. Dia sudah menjadi pemain yang bagus untuk Arsenal, tetapi saat ini saya mengharapkan Zubimendi menjadi pembeda,” ujar Gary Neville, dikutip dari Metro.

“Anda memikirkan seperti apa Pirlo, atau Scholes atau Rodri… pemain yang bisa mendikte permainan, membuat Arsenal menguasai bola, mengorganisir permainan, dan tampil dengan otoritas. Tapi dia tidak menunjukkan hal itu,” tambahnya.

Di sisi lain, Martin Keown memilih membela Zubimendi. Mantan bek Arsenal itu menilai penurunan performa dalam periode tertentu adalah hal yang wajar, terlebih di kompetisi seketat Premier League.

Keown juga menyoroti padatnya jadwal pertandingan yang telah dijalani Zubimendi musim ini. Ia menekankan pentingnya dukungan dari tim dan suporter agar sang gelandang bisa kembali ke performa terbaik.

“Saya rasa saya akan membandingkan itu dengan Zubimendi. Dia telah memainkan banyak pertandingan, ini adalah momen yang sulit baginya, tetapi pemain-pemain seperti inilah yang perlu Anda dukung,” kata Martin Keown.

“Hasil pertandingan memberikan khasiat bagi tim. Hal itu membuat Anda berpikir bahwa Anda bisa terus melangkah maju,” lanjutnya.

Arsenal sendiri kini kembali memimpin klasemen setelah meraih kemenangan atas Newcastle. Dengan empat pertandingan tersisa, peluang mereka untuk meraih gelar masih terbuka lebar.

Persaingan dengan Manchester City diperkirakan akan berlangsung hingga akhir musim. Selain itu, skuad asuhan Mikel Arteta juga masih berlaga di semifinal Liga Champions, yang membuat tekanan pada tim semakin besar.

Keown menegaskan bahwa Arsenal harus tetap fokus pada sisa musim. Ia juga senang melihat Bukayo Saka kembali bermain dan menilai koneksi antarpemain mulai kembali terbentuk.

“Rasanya seperti mendaki Gunung Everest di sini. Kita punya empat laga tersisa di mana Arsenal memuncaki Premier League dan di semifinal Liga Champions, dan ada krisis di mana-mana setiap minggu. Lupakan semua kebisingan itu dan mulailah tampil, mulailah bermain,” ucapnya.

“Senang melihat Saka kembali ke lapangan. Semua koneksi antar pemain pun kini telah kembali,” pungkas Keown.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya