Profil Timnas Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Ambisi Besar di Tengah Tantangan Berat
KOLOMBOLA.COM – Arab Saudi kembali menjadi salah satu wakil Asia yang menyita perhatian jelang Piala Dunia 2026. Konsistensi mereka di level kawasan menjadi modal penting, meski performa tim belum sepenuhnya stabil dalam beberapa tahun terakhir.
Amerika Serikat juga punya arti tersendiri bagi Arab Saudi. Di negara itulah mereka mencatat sejarah pada Piala Dunia 1994 dengan lolos ke babak 16 besar. Kini, publik menanti apakah Green Falcons mampu mengulang kejutan serupa atau justru kembali terhenti di fase grup.
Perjalanan Arab Saudi menuju Piala Dunia 2026 tidak berlangsung mulus. Mereka sempat kesulitan pada putaran ketiga kualifikasi zona Asia, termasuk saat menghadapi Timnas Indonesia. Arab Saudi bermain imbang 1-1 di Jeddah dan kalah 0-2 saat bertandang ke Jakarta.
Situasi berubah ketika AFC menetapkan Arab Saudi sebagai tuan rumah putaran keempat bersama Timnas Qatar. Status tersebut memberi keuntungan besar, baik secara teknis maupun mental. Arab Saudi lalu memanfaatkan momentum itu dengan baik.
Green Falcons menaklukkan Indonesia 3-2 dan kemudian bermain imbang tanpa gol melawan Irak. Hasil tersebut cukup untuk mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia 2026. Keberhasilan itu menegaskan posisi Arab Saudi sebagai salah satu langganan wakil Asia di ajang terbesar sepak bola dunia.
Arab Saudi pertama kali tampil di Piala Dunia pada 1994 dan langsung membuat kejutan dengan melangkah ke babak 16 besar di bawah asuhan Jorge Solari. Namun setelah pencapaian itu, perjalanan mereka cenderung stagnan.
Dalam enam edisi berikutnya, Arab Saudi selalu gagal menembus fase gugur. Secara keseluruhan, mereka sudah memainkan 19 pertandingan di Piala Dunia dengan catatan empat kemenangan, dua imbang, dan 13 kekalahan. Dari laga-laga tersebut, Arab Saudi mencetak 14 gol dan kebobolan 44 kali.
Statistik itu menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Konsistensi di panggung tertinggi menjadi tantangan utama bagi Arab Saudi jika ingin berbicara banyak pada edisi 2026.
Menjelang turnamen, Arab Saudi justru menghadapi situasi yang kurang ideal. Federasi Sepak Bola Arab Saudi memutuskan berpisah dengan Herve Renard, sosok yang berperan penting membawa tim lolos ke Piala Dunia 2026 dan pernah menangani mereka pada edisi 2022.
Keputusan tersebut mengejutkan karena waktu persiapan sangat singkat, dengan turnamen yang tinggal menunggu hitungan minggu. Kini, federasi dihadapkan pada tugas penting untuk memilih pelatih baru yang bisa menjaga stabilitas tim.
Ketidakpastian di kursi pelatih berpotensi memengaruhi kesiapan Arab Saudi. Adaptasi cepat akan menjadi kunci apabila mereka ingin bersaing di panggung dunia.
Di lini depan, Arab Saudi masih memiliki tumpuan utama pada Firas Al-Buraikan. Penyerang berusia 25 tahun itu tampil impresif sepanjang kualifikasi dengan torehan lima gol.
Firas dikenal memiliki kekuatan fisik dan penyelesaian akhir yang baik. Pengalamannya bersama Al Ahli juga menjadi nilai tambah yang bisa membantu tim dalam pertandingan-pertandingan berat.
Berikut daftar pemain Arab Saudi yang dipanggil untuk laga uji coba melawan Mesir dan Serbia pada Maret 2026: Mohammed Al-Owais, Nawaf Al-Aqidi, Ahmed Al-Kassar, Mohammed Al-Rubaie, Saud Abdulhamid, Abdulelah Al-Amri, Nawaf Boushal, Ali Majrashi, Muteb Al-Mufarrij, Rayan Hamed, Khalifah Al-Dawsari, Mohammed Mahzari, Salman Al-Faraj, Mohamed Kanno, Abdullah Al-Khaibari, Musab Al-Juwayr, Ayman Yahya, Marwan Al-Sahafi, Turki Al-Ammar, Ziyad Al-Johani, Naif Masoud, Khalid Al-Ghannam, Sultan Mandash, Mohammed Al-Majhad, Murad Hawsawi, Abdulaziz Al-Aliwa, Mohammed Al-Yami, Firas Al-Buraikan, Saleh Al-Shehri, dan Abdullah Al-Hamdan.
Di Piala Dunia 2026, Arab Saudi tergabung di Grup H bersama Uruguay, Spanyol, dan Cape Verde. Mereka akan menghadapi Uruguay pada 16 Juni 2026 di Miami, lalu Spanyol pada 21 Juni 2026 di Atlanta, dan Cape Verde pada 27 Juni 2026 di Houston.
Grup ini tergolong berat karena dua lawan awal Arab Saudi merupakan tim dengan tradisi kuat di level dunia. Cape Verde pun tidak bisa dianggap enteng karena berpotensi memberi kejutan.
Secara realistis, peluang Arab Saudi untuk melangkah ke fase gugur dinilai cukup kecil. Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan. Jika mampu tampil disiplin, efektif, dan stabil, Green Falcons tetap memiliki kans untuk mencuri hasil penting.
Dengan sejarah, tantangan, dan tekanan yang menyertai, Arab Saudi akan menghadapi Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Pertanyaannya kini bukan hanya soal lolos atau tidak, tetapi juga sejauh mana mereka mampu bersaing di grup yang sangat kompetitif.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
