Mbappe dan Courtois Berpeluang Menyelamatkan Musim Real Madrid
Selisih poin yang cukup jauh dari Barcelona membuat peluang Real Madrid meraih gelar La Liga musim ini semakin tipis. Namun, di tengah kekecewaan kolektif, masih ada target individu yang dapat memberi makna tersisa bagi Los Blancos.
Kylian Mbappe menjadi salah satu titik terang Real Madrid musim ini. Penyerang asal Prancis itu masih bersaing dalam perebutan trofi Pichichi setelah mengoleksi 23 gol di La Liga. Persaingannya belum selesai karena Vedat Muriqi terus membayangi dengan catatan 21 gol.
Tak hanya mengejar gelar top skor, Mbappe juga memburu pencapaian pribadi. Dalam dua musim terakhir, ia selalu menutup musim dengan 44 gol di semua kompetisi. Musim ini, torehan Mbappe sudah mencapai 40 gol dan masih berpeluang melampaui catatan tersebut.
Jika mampu melakukannya, Mbappe akan kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling menentukan di Eropa.
Di lini belakang, Thibaut Courtois juga berada dalam jalur perebutan penghargaan individu. Kiper asal Belgia itu bersaing meraih trofi Zamora, penghargaan untuk penjaga gawang dengan rasio kebobolan terbaik di La Liga.
Meski sempat mengalami cedera, Courtois masih memimpin klasemen dengan rata-rata 0,86 gol kebobolan per pertandingan. Catatan itu didapat dari 24 kebobolan dalam 28 laga. Situasi Courtois juga diuntungkan oleh fakta bahwa pesaing terdekatnya, Joan Garcia, belum memenuhi syarat jumlah penampilan. Sementara itu, David Soria yang berada di posisi berikutnya memiliki jumlah kebobolan yang lebih tinggi.
Jika Mbappe dan Courtois sama-sama berhasil membawa pulang penghargaan, Real Madrid akan mencatat pencapaian yang langka. Terakhir kali klub ibu kota Spanyol itu meraih kombinasi Pichichi dan Zamora terjadi pada musim 1987/1988 melalui Hugo Sanchez dan Paco Buyo.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
