Penyesuaian yang Perlu Dilakukan Agar AC Milan Kembali Stabil

17 Apr 2026 • 00:15 iMedia

KOLOMBOLA.COM – AC Milan harus segera melakukan penyesuaian jika ingin kembali stabil pada fase krusial musim ini. Kekalahan 0-3 yang dialami Rossoneri menunjukkan masih adanya masalah serius, terutama di sektor pertahanan dan efektivitas lini depan.

Trio Rafael Leao, Christian Pulisic, dan Alexis Saelemaekers gagal memberi ancaman nyata sepanjang laga. Di sisi lain, lini belakang kehilangan perlindungan dan terlalu sering berada dalam situasi satu lawan satu.

Gol bunuh diri Davide Bartesaghi serta sundulan Jurgen Ekkelenkamp memperlihatkan betapa renggangnya struktur pertahanan Milan. Hasil tersebut juga memperkecil peluang mereka finis di empat besar.

Perubahan taktik tanpa dukungan performa individu juga dinilai tidak akan efektif. Karena itu, fokus Milan kini tertuju pada langkah konkret agar tim kembali menemukan kestabilan.

Keseimbangan yang Hilang di Formasi 4-3-3

Peralihan ke formasi 4-3-3 justru mengorbankan salah satu kekuatan utama AC Milan, yakni organisasi pertahanan yang selama ini cukup solid. Saat satu elemen penting hilang, sistem menjadi rapuh dan mudah ditembus lawan.

Lini belakang kerap terekspos karena jarak antarlini terlalu jauh. Bahkan pada proses gol pertama, bentuk tim terlihat terpecah dan kehilangan koneksi antarpemain.

Karakter pragmatis Massimiliano Allegri yang biasanya mengutamakan efisiensi juga belum terlihat. Padahal, pendekatan tersebut selama ini membantu Milan bertahan dalam banyak pertandingan ketat.

Kembali ke Fondasi 3-5-2

Mengembalikan formasi 3-5-2 menjadi langkah paling logis dalam waktu dekat. Sistem ini memberi perlindungan ekstra di belakang sekaligus menjaga jarak antarlini tetap rapat.

Masuknya Matteo Gabbia sebagai jangkar pertahanan bisa menjadi solusi untuk menambah stabilitas. Ia dapat melengkapi peran Koni De Winter dan Strahinja Pavlovic dalam tiga bek sejajar.

Di lini tengah, kombinasi Adrien Rabiot, Luka Modric, dan Youssouf Fofana dinilai memberi keseimbangan yang sulit digantikan. Fofana, khususnya, menawarkan energi dan perlindungan yang krusial.

Perbaikan Lini Depan Jadi Kunci

Masalah utama AC Milan juga masih berada di lini serang yang tumpul dalam beberapa bulan terakhir. Kombinasi Leao dan Pulisic belum berjalan optimal karena faktor kebugaran dan minimnya ritme bermain bersama.

Memberi kesempatan kepada Santiago Gimenez bisa menjadi solusi untuk membuka ruang. Pergerakan tanpa bolanya dapat membantu menciptakan peluang bagi rekan setim.

Opsi dari bangku cadangan seperti Christopher Nkunku dan pemain lain juga dapat menjadi pembeda pada fase akhir laga. Fleksibilitas ini penting untuk menghadapi berbagai situasi pertandingan.

Pada akhirnya, Allegri tidak perlu mengubah arah besar yang sudah dibangun selama berbulan-bulan. Penyesuaian kecil, tetapi tepat, bisa cukup untuk membawa AC Milan melewati garis akhir dan kembali ke Liga Champions.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya