Amorim Pasti Tertawa! Manchester United Dikritik Usai Kalah dari Leeds, Strategi Lama Bisa Kembali Dipakai
KOLOMBOLA.COM – Kekalahan Manchester United dari Leeds United pada laga Senin malam WIB menjadi sinyal penting bagi Michael Carrick untuk meninjau ulang pendekatan tim sebelum menghadapi Chelsea. Salah satu opsi yang kini mulai dibahas adalah kembali ke strategi yang pernah digunakan Ruben Amorim.
Setelah hasil kurang maksimal dari para pesaing di papan atas, Setan Merah sejatinya punya peluang ideal untuk memperlebar jarak dalam persaingan tiket Liga Champions UEFA. Kemenangan atas Leeds seharusnya bisa membuat mereka unggul 10 poin dari lawan berikutnya.
Namun, performa buruk di babak pertama membuat keunggulan itu tetap tertahan di angka tujuh poin. Penampilan tersebut bahkan disebut sebagai yang terburuk sejak era Ruben Amorim berakhir. Meski masa kepelatihannya tidak sepenuhnya meninggalkan kesan positif, sulit membayangkan Manchester United masih berada di posisi lima besar jika ia bertahan setelah pertemuan sebelumnya kontra Leeds.
Tidak masuknya Kobbie Mainoo dalam skuad pertandingan langsung terasa dampaknya. Sejak performanya meningkat setelah pergantian pelatih, Mainoo menjadi pilihan utama bersama Casemiro di lini tengah dan membentuk chemistry yang kuat.
Tanpa Mainoo, Carrick memilih menurunkan Manuel Ugarte sebagai starter. Keputusan itu cukup mengejutkan, karena Ugarte selama ini dikenal sebagai gelandang bertahan yang fokus melindungi lini belakang, bukan mengatur ritme permainan.
Dalam laga tersebut, pemain berusia 25 tahun itu tampil kurang maksimal. Umpan-umpannya tidak akurat dan ia kesulitan menghadapi tekanan tinggi dari Leeds. Bahkan pada 10 menit awal, Ugarte sempat terlihat ragu saat menguasai bola hingga memicu reaksi negatif dari suporter tuan rumah.
Meski tampil di bawah standar, Ugarte tetap bermain penuh selama 90 menit. Usai laga, Carrick membela penampilannya dan menilai pertandingan itu sulit bagi seluruh tim, bukan hanya satu pemain.
Jika Mainoo kembali absen saat Manchester United menghadapi Chelsea pada Minggu, 19 April dini hari pukul 02.00 WIB, klub disarankan kembali mengadopsi pendekatan yang pernah dipakai Amorim. Salah satu opsinya adalah menempatkan Bruno Fernandes lebih dalam di lini tengah.
Meski dikenal sebagai gelandang serang, kapten tim tersebut dinilai cukup nyaman bermain berdampingan dengan Casemiro dalam kondisi seperti saat ini. Skema itu juga bisa membuka jalan bagi Mason Mount untuk kembali masuk susunan pemain utama.
Mount, yang baru pulih dari cedera, memang perlu dijaga kebugarannya. Namun, ia disebut memberi keseimbangan yang lebih baik dibandingkan Ugarte. Laga melawan mantan klubnya bisa menjadi momen penting bagi Mount untuk menunjukkan kualitasnya.
Ia sebelumnya menjadi salah satu pemain andalan di era Amorim ketika dalam kondisi fit. Kini, Mount belum banyak membangun koneksi kuat dengan Carrick karena persoalan kebugaran, tetapi pertandingan berikutnya bisa menjadi titik awal untuk memperkuat posisinya di lini tengah Manchester United.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
