KOLOMBOLA.COM – Lionel Messi dijadwalkan menjalani penampilan terakhirnya bersama tim nasional Argentina saat menghadapi Benin pada 6 Oktober di Estadio Monumental. Laga itu akan menjadi caps ke-208 Messi di level senior bersama Albiceleste.
Sebelum momen perpisahan tersebut, Argentina masih harus menjalani dua pertandingan lain, yakni melawan Bolivia dan Burkina Faso. Messi baru akan bergabung ke skuad setelah kedua laga itu selesai, sehingga nomor 10 untuk sementara dibiarkan kosong.
Keputusan itu menunjukkan betapa besarnya makna nomor 10 dalam sejarah sepak bola Argentina. Namun, pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru menunjuk penerus Messi, dan memilih mempertahankan nomor tersebut hingga laga terakhir sang kapten.
“Kami tidak berkewajiban untuk memberikannya pada pertandingan-pertandingan ini, jadi kami tidak akan memberikannya kepada siapa pun sampai laga perpisahan Leo,” ujar Scaloni.
Artinya, belum ada pemain Argentina yang akan mengenakan nomor 10 sebelum Messi benar-benar menutup perjalanan internasionalnya. Langkah ini sekaligus memberi waktu bagi staf pelatih untuk menentukan sosok yang paling tepat mengemban nomor ikonik tersebut.
“Rencananya, nomor itu pada akhirnya akan diambil alih oleh pemain lain, mengingat betapa istimewanya mengenakan nomor tersebut. Kami hanya belum memutuskan siapa orangnya,” lanjut Scaloni.
Teka-teki penerus nomor 10 menjadi salah satu simbol besar dari perubahan yang akan dihadapi Argentina setelah Messi pensiun dari tim nasional. Kapten berusia 37 tahun itu telah memberi pengaruh luar biasa bagi Albiceleste, termasuk menjadi satu-satunya pemain yang tampil sebagai starter dalam tiga final Piala Dunia.
Messi juga memegang rekor penampilan terbanyak dalam sejarah turnamen utama FIFA dengan 34 pertandingan. Dari ajang Piala Dunia, ia mencatat 33 kontribusi gol, terdiri dari 21 gol dan 12 assist sejak pencatatan assist dimulai pada 1966.
Argentina sendiri sudah menyiapkan penerus ban kapten dengan Cristian Romero yang akan memimpin tim setelah era Messi berakhir. Meski begitu, pertanyaan yang lebih besar tetap mengarah pada bagaimana Scaloni akan membangun permainan Argentina tanpa sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pusat kreativitas dan serangan tim.
Karena itu, siapa pun yang nantinya mengenakan nomor 10 akan memikul ekspektasi besar. Nomor tersebut bukan sekadar berganti pemilik, melainkan menjadi bagian dari transisi Argentina memasuki babak baru setelah era Lionel Messi berakhir.




