KOLOMBOLA.COM – Shakhtar Donetsk dikabarkan ingin menjadikan Stamford Bridge, markas Chelsea, sebagai basis pertandingan kandang mereka di Liga Champions musim ini. Klub asal Ukraina itu disebut ingin menggelar laga-laga Eropa di London untuk mengurangi perjalanan panjang selama kompetisi berlangsung.
Menurut laporan ESPN, belum ada kesepakatan final mengenai stadion yang akan dipakai Shakhtar. Namun, Stamford Bridge disebut menjadi pilihan utama setelah klub mempertimbangkan tiga stadion di ibu kota Inggris.
Selain Stamford Bridge, Shakhtar juga memasukkan Craven Cottage milik Fulham dan Gtech Community Stadium milik Brentford sebagai kandidat. Jika kesepakatan tercapai, laga kandang Eropa Shakhtar akan dimainkan di stadion berkapasitas sekitar 40.000 penonton tersebut.
Sumber ESPN menyebut Shakhtar sejak awal memang menginginkan seluruh laga Eropa mereka musim ini berlangsung di London. Pilihan Stamford Bridge dinilai cukup memungkinkan karena Chelsea tidak tampil di kompetisi Eropa pada musim ini, sehingga ketersediaan stadion lebih terbuka.
Shakhtar sudah lama tidak bisa bermain di markas mereka di Donbas. Laga terakhir yang mereka jalani di stadion tersebut terjadi pada 2 Mei 2014, sebelum situasi keamanan di wilayah itu memaksa klub berpindah-pindah markas.
Dalam kompetisi domestik, Shakhtar sempat menggunakan stadion di Lviv, Kharkiv, dan Kyiv. Kondisi semakin sulit setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Sejak saat itu, pertandingan kandang Shakhtar di kompetisi Eropa harus dipindahkan ke luar Ukraina. Mereka beberapa kali memakai stadion di Polandia, Slovenia, dan Jerman, termasuk di Warsawa, Krakow, Ljubljana, Hamburg, dan Gelsenkirchen.




