Skip to content
Sunday, 23 August 2026
KOLOMBOLA.COM
FOOTBALL
NEWSROOM
Dunia

Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA

SHARE

KOLOMBOLA.COM – Federasi Sepak Bola Wales (FAW) secara resmi menarik dukungan terhadap Gianni Infantino untuk periode kepemimpinan FIFA 2027-2031. Langkah ini menambah tekanan terhadap presiden FIFA yang telah memimpin organisasi tersebut selama hampir satu dekade.

Keputusan FAW dipicu oleh kontroversi terkait proyek FIFA Forward Enterprise (FFE). Meski rencana itu telah dibatalkan, kritik terhadap tata kelola FIFA masih terus menguat menjelang pemilihan presiden berikutnya.

Dalam pernyataan resminya, FAW menyebut ada persoalan dalam tata kelola, proses pengambilan keputusan, serta komunikasi FIFA. Wales menilai Infantino sudah kehilangan kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinan di badan sepak bola dunia tersebut.

“Federasi Sepak Bola Wales dengan ini mengonfirmasi penarikan dukungan terhadap pencalonan Gianni Infantino untuk pemilihan kembali sebagai Presiden FIFA periode 2027-2031,” demikian pernyataan FAW. Mereka juga menegaskan bahwa kepentingan terbaik sepak bola harus menjadi prioritas dalam setiap keputusan.

Sebelumnya, proyek FFE menuai penolakan dari sejumlah pihak setelah FIFA berencana menjual sebagian aset komersial Piala Dunia kepada investor swasta. UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras menolak rencana itu dan sempat mengancam tidak akan mengikuti kompetisi FIFA jika proyek tersebut tetap dijalankan.

Di tengah tekanan dari berbagai konfederasi dan asosiasi anggota FIFA, Infantino akhirnya membatalkan proyek tersebut. Namun, keputusan itu belum sepenuhnya meredakan kritik terhadap cara FIFA mengambil keputusan strategis.

Perdana Menteri Andy Burnham juga turut mengkritik posisi Infantino sebagai pemimpin FIFA. Ia menilai Infantino bukan sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi tersebut.

Wales menjadi negara anggota FIFA pertama yang secara terbuka mencabut dukungan kepada Infantino. Sikap ini berpotensi memicu penolakan yang lebih luas sebelum pemilihan presiden FIFA digelar pada Maret tahun depan.

Dengan munculnya keraguan dari sejumlah anggota FIFA, masa depan Infantino dalam pemilihan mendatang kini menghadapi tantangan besar. Keputusan Wales menjadi sinyal bahwa dukungan terhadap kepemimpinannya mulai goyah.