KOLOMBOLA.COM – Xavi resmi ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Belanda hingga Piala Dunia 2030. Penunjukan ini dilakukan setelah Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan, ketika mereka tersingkir pada babak 32 besar usai kalah dari Maroko di Amerika Utara.
Bagi Xavi, kesempatan ini menjadi momen untuk kembali tampil di level internasional setelah sebelumnya sukses sebagai pemain bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol. Dalam karier kepelatihannya, ia juga pernah menangani Barcelona dan klub Qatar, Al Sadd.
Xavi menyebut dirinya merasa terhormat bisa dipercaya menangani Belanda. Ia menilai ada hubungan yang kuat antara dirinya dan sepak bola Belanda karena filosofi yang ia serap sepanjang karier, terutama dari pengaruh Johan Cruyff dan Rinus Michels.
Selain itu, Xavi juga pernah bekerja dengan Louis van Gaal dan Frank Rijkaard ketika masih bermain untuk Barcelona. Menurutnya, pengalaman tersebut ikut membentuk cara pandang terhadap sepak bola dan membuatnya merasa dekat dengan tradisi Belanda.
"Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda. Sebagai seseorang yang mendapatkan pendidikan di akademi Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, antara lain, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda," kata Xavi.
"Anda bisa mengatakan bahwa saya adalah bagian dari anak sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang di bawah asuhannya saya melakukan debut di Barcelona, dan Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih," lanjutnya.
Xavi juga langsung menegaskan gaya permainan yang ingin diterapkannya. Ia tertarik dengan budaya sepak bola Belanda yang identik dengan penguasaan bola, kreativitas, keberanian, dan permainan menyerang.
Menurut Xavi, Belanda sudah memiliki fondasi yang kuat untuk dikembangkan. Ia ingin membawa tim tersebut meraih kemenangan dengan gaya yang tetap mencerminkan karakter khas sepak bola Belanda.
"Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas, yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang yang berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan," ujarnya.
"Tentu saja, tujuan terpenting adalah dan akan selalu menjadi kemenangan, tetapi saya lebih memilih melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan bisa dinikmati oleh masyarakat," tegas Xavi.
Nama Xavi sendiri bukan sosok baru di dunia kepelatihan. Ia memulai karier sebagai pelatih bersama Al Sadd pada 2019 dan berhasil mempersembahkan tujuh trofi selama menangani klub Qatar tersebut.
Pada 2021, ia kembali ke Barcelona untuk menggantikan Ronald Koeman. Xavi kemudian membawa Blaugrana menjuarai LaLiga pada musim 2022-23 serta Piala Super Spanyol pada 2023.
Setelah meninggalkan Barcelona pada 2024, Xavi memilih beristirahat selama dua tahun. Ia sempat menerima sejumlah tawaran dari klub dan tim nasional, namun menunggu kesempatan yang sesuai dengan ambisinya.
Dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030, Xavi kini memiliki waktu panjang untuk membangun skuad sesuai filosofinya. Target terdekatnya adalah menyiapkan Belanda untuk Euro 2028 sekaligus membentuk fondasi menuju Piala Dunia berikutnya.
"Potensi untuk melakukan hal tersebut ada, begitu juga dengan fondasi yang kuat untuk dibangun. Saya tidak sabar untuk memulai tantangan ini bersama para pemain, staf, dan semua orang di Federasi Sepak Bola Belanda," pungkas Xavi.




