KOLOMBOLA.COM – FIFA mengonfirmasi telah mengakhiri hubungan kerja dengan Chief Operating Officer (COO) Kevin Lamour. Keputusan itu diambil setelah Lamour secara terbuka menentang rencana Presiden FIFA Gianni Infantino terkait proyek penjualan sebagian saham privat atas sejumlah ajang FIFA.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut hubungan kerja dengan Lamour berakhir pada 17 Agustus 2026. Lamour sendiri menjabat sebagai COO sejak November 2024.
Lamour sebelumnya menyatakan dirinya diperlakukan dengan tidak adil dalam proses yang berkaitan dengan proyek tersebut. Ia mengaku telah “ditipu” dan mengalami “penghinaan dan intimidasi” selama pembahasan rencana yang kemudian memicu penolakan luas dari berbagai pihak di dunia sepak bola.
Rencana Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan dalam ajang yang diselenggarakan FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub, pertama kali dilaporkan pada 28 Juli. Tiga hari kemudian, Lamour melontarkan kritik terbuka kepada Associated Press dan menyebut proyek itu sebagai “proyek satu orang”.
Ia juga menegaskan bahwa para pemimpin sepak bola harus mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengambil keputusan yang benar terkait masa depan proyek tersebut. Lamour bahkan menyadari sikapnya bisa berdampak pada posisinya di FIFA.
“Dan jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, biarlah,” tulis Lamour kala itu.
Tekanan terhadap rencana tersebut semakin besar setelah penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, juga mengundurkan diri pada hari yang sama. Cordeiro turut mendorong pejabat senior FIFA lainnya untuk berani menyuarakan penolakan.
Pada malam yang sama, Infantino akhirnya membatalkan proyek FIFA Forward Enterprise setelah menghadapi tekanan global. Ancaman boikot dari 55 asosiasi anggota UEFA ikut memperkuat penolakan terhadap rencana itu.
Pemecatan Lamour menjadi bagian terbaru dari situasi yang semakin menekan FIFA dan kepemimpinan Infantino. Sejumlah konfederasi seperti UEFA dan Concacaf disebut mulai menjaga jarak, sementara peluang Infantino untuk kembali maju dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027 kini turut menjadi sorotan.
Sumber: Sports Illustrated




