Milan vs Juventus: Enam Pemain yang Hampir Bertukar Kubu
KOLOMBOLA.COM – AC Milan dan Juventus kembali memperlihatkan rivalitas klasik mereka, bukan hanya di lapangan, tetapi juga di bursa transfer. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua klub kerap memburu pemain yang sama, bahkan ada sejumlah nama yang nyaris berganti seragam di antara dua raksasa Serie A tersebut.
Fenomena ini tidak lepas dari besarnya sorotan media terhadap rumor transfer di Italia. Nama-nama pemain top pun kerap dikaitkan dengan Milan dan Juventus sebelum akhirnya memilih jalan berbeda.
Setidaknya ada enam pemain yang pernah berada sangat dekat dengan salah satu dari dua klub tersebut. Kisah mereka menambah menarik duel Milan kontra Juventus yang selalu sarat gengsi.
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Khephren Thuram. Gelandang asal Prancis itu sempat menjadi target serius Milan pada musim panas 2024. Rossoneri ingin menambah kekuatan di lini tengah dengan pemain yang punya fisik kuat.
Direktur Geoffrey Moncada bahkan disebut sudah memberi lampu hijau untuk transfer tersebut. Namun, Milan kemudian menghentikan proses dan memilih beralih ke Youssouf Fofana. Juventus lalu mengambil kesempatan itu karena membutuhkan pengganti Adrien Rabiot dan berhasil mengamankan jasa Thuram.
Nama lain yang sempat dikaitkan dengan Milan adalah Jonathan David. Penyerang asal Kanada itu beberapa kali masuk radar klub, tetapi berbagai faktor membuat transfer tersebut tak pernah terwujud dan Milan akhirnya memilih opsi lain.
Fikayo Tomori juga nyaris meninggalkan Milan untuk bergabung dengan Juventus pada musim dingin 2024. Saat itu, performanya bersama Rossoneri sedang menurun, sementara Juventus melihat peluang untuk menjadikannya pengganti Bremer.
Juventus sempat mempertimbangkan tawaran sekitar 25 juta euro atau setara Rp425 miliar. Namun, Milan memutuskan mempertahankan bek andalannya. Keputusan itu semakin diperkuat setelah kedatangan Sergio Conceicao yang meminta Tomori tetap bertahan.
Di sisi lain, Andrea Cambiaso sempat menjadi incaran Milan. Fleksibilitas dan kemampuan teknisnya membuat pemain asal Italia itu dinilai cocok dengan kebutuhan tim.
Koni De Winter memiliki kisah unik bersama Juventus. Ia berkembang dari akademi hingga tim kedua, lalu mendapat kesempatan di level senior. Massimiliano Allegri bahkan memberinya debut di Liga Champions, meski ia tak pernah tampil di Serie A bersama Juventus.
Perjalanan De Winter sempat tidak mulus setelah bergabung dengan Milan. Ia mengalami kesulitan, termasuk penampilan yang kurang meyakinkan di Supercoppa Italiana. Namun, performanya perlahan membaik hingga mampu mencetak gol penting saat menghadapi Roma di Stadion Olimpico.
Mike Maignan juga sempat berada dalam situasi kontrak yang tidak pasti, dan Juventus memantau peluang untuk merekrutnya secara gratis. Klub asal Turin itu melihat Maignan sebagai kandidat penjaga gawang masa depan.
Meski begitu, negosiasi tidak pernah berkembang menjadi kesepakatan konkret. Milan akhirnya berhasil mengamankan masa depan sang kiper dengan memperpanjang kontraknya hingga 2031. Dengan demikian, Maignan tetap menjadi andalan di bawah mistar Rossoneri.
Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa persaingan Milan dan Juventus tidak hanya terjadi saat laga berlangsung, tetapi juga dalam perebutan pemain incaran di bursa transfer.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
