Piala Dunia 2026 Dibayangi 5 Kekhawatiran Utama, dari Tiket Mahal hingga Keamanan
KOLOMBOLA.COM – Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tengah dihadapkan pada sejumlah persoalan serius. Di tengah antusiasme besar publik, turnamen empat tahunan itu juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan, biaya perjalanan, hingga harga tiket yang dinilai terlalu tinggi.
Skala penyelenggaraan edisi kali ini memang jauh lebih besar dibanding sebelumnya, sehingga tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks. Sejumlah isu yang mencuat bahkan memunculkan pertanyaan soal kesiapan tiga negara tuan rumah dalam menggelar turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Salah satu perhatian utama datang dari kemungkinan ketidakpastian keikutsertaan Timnas Iran. Hingga kini, partisipasi Iran belum sepenuhnya jelas karena pemerintah setempat masih meninjau aspek keamanan pemain jika harus tampil di Amerika Serikat.
Sebelumnya, Iran sempat mempertimbangkan untuk mundur dari turnamen. Kekhawatiran itu muncul setelah adanya pernyataan terkait jaminan keselamatan tim. Meski FIFA tetap berharap Iran bisa tampil, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah dan otoritas keamanan nasional Iran.
Di sisi lain, biaya transportasi di beberapa kota tuan rumah di Amerika Serikat juga melonjak tajam. Harga tiket perjalanan kereta menuju stadion dilaporkan naik berkali-kali lipat dari tarif normal.
Perjalanan pulang-pergi yang biasanya hanya sekitar 12,90 dolar AS kini bisa mencapai 150 dolar AS atau sekitar Rp2,56 juta. Kenaikan ini memicu perdebatan antara pemerintah lokal dan FIFA. Sejumlah kota seperti Los Angeles dan Philadelphia memilih tidak menaikkan tarif, tetapi tidak semua wilayah mengambil langkah serupa.
Masalah lain datang dari harga tiket pertandingan yang dianggap terlalu mahal. Banyak penggemar menilai harga yang ditetapkan tidak ramah bagi penonton umum.
Tiket termurah disebut dibanderol mulai dari 60 dolar AS atau sekitar Rp1,03 juta, sedangkan untuk laga final harganya bisa mencapai 10.990 dolar AS atau sekitar Rp188 juta. Angka tersebut dinilai jauh dari janji awal mengenai ketersediaan tiket murah.
Akibatnya, minat terhadap beberapa pertandingan besar ikut terdampak. Bahkan, laga yang melibatkan tim tuan rumah pun tidak selalu mencatat penjualan tiket sesuai harapan.
Kekhawatiran lain juga muncul dari kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Penonton internasional merasa cemas terhadap kemungkinan pemeriksaan yang lebih ketat selama turnamen berlangsung.
Isu ini mencuat setelah adanya laporan soal kehadiran aparat imigrasi pada turnamen sebelumnya. Meski pemerintah membantah kabar tersebut, kekhawatiran di kalangan penggemar tetap belum sepenuhnya reda. FIFA diharapkan bisa memastikan kenyamanan penonton dari berbagai negara agar citra turnamen tetap terjaga.
Sementara itu, Meksiko sebagai tuan rumah juga menghadapi tantangan keamanan. Insiden penembakan terhadap wisatawan baru-baru ini menambah perhatian publik terhadap situasi keamanan di negara tersebut.
Pemerintah Meksiko berjanji memperketat pengamanan jelang turnamen untuk memastikan keselamatan pemain dan penonton. Presiden Meksiko juga menegaskan komitmen pemerintah menjaga situasi tetap kondusif demi kelancaran penyelenggaraan.
Piala Dunia 2026 tetap menjadi ajang yang sangat dinanti jutaan pecinta sepak bola. Namun, berbagai persoalan ini perlu segera ditangani agar turnamen dapat berjalan lancar dan sesuai harapan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
