Olivier Giroud Akui Rindu AC Milan, Soroti Persoalan Lini Depan Rossoneri
KOLOMBOLA.COM – Olivier Giroud mengaku masih menyimpan kerinduan terhadap AC Milan setelah meninggalkan klub tersebut pada 2024. Striker asal Prancis itu juga menyoroti persoalan yang kini kembali membayangi lini depan Rossoneri.
Sejak kepergiannya, Milan telah mencoba mendatangkan sejumlah penyerang. Namun, kontribusi para pemain baru itu belum mampu menyamai peran Giroud saat masih membela klub asal kota mode tersebut.
Giroud mengatakan dirinya masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Milan. Ia mengenang momen-momen penting selama memperkuat Rossoneri, terutama atmosfer San Siro dan dukungan para tifosi.
“Ketika saya mendengar kata Milan, saya teringat pada gairah saya terhadap sepak bola, San Siro, Scudetto, dan cinta para penggemar saat saya berada di lapangan,” ujar Giroud.
“Saya sangat merindukan Milan, tetapi saya tetap berhubungan dengan rekan setim dan staf. Saya merindukan klub ini, tempat saya menghabiskan tiga tahun yang luar biasa. Sekarang saya berharap klub bisa kembali ke Liga Champions musim depan,” lanjutnya.
Selain soal kerinduan, Giroud juga menilai tekanan terhadap para penyerang Milan saat ini sangat besar. Menurutnya, musim ini menjadi periode yang sulit bagi para nomor 9 di Rossoneri karena tidak semua tugas bisa dibebankan kepada striker semata.
“Ini mungkin musim di mana ada banyak tekanan pada para nomor 9. Tidak mudah bagi mereka untuk mencetak banyak gol, tetapi saya pikir sangat penting memiliki tim di belakang Anda yang membuat perbedaan. Seorang striker tidak bisa melakukan segalanya sendirian,” kata Giroud.
Ia menegaskan bahwa kegagalan mencetak gol tidak bisa langsung disalahkan kepada penyerang. Bagi Giroud, sepak bola adalah permainan tim, sehingga kontribusi rekan-rekan setim sangat menentukan keberhasilan seorang striker.
“Akan terlalu mudah untuk menyalahkan mereka. Ketika nomor 9 tidak mencetak gol, selalu dikatakan itu salahmu. Saya tidak suka itu. Bahkan ketika saya mencetak gol, saya selalu berterima kasih kepada tim dan rekan setim saya karena membantu saya,” tutupnya.
Giroud sendiri meninggalkan Milan pada 2024 setelah menjadi salah satu sosok penting di lini depan Rossoneri. Kepergiannya membuat Milan terus mencari penyerang yang bisa memberi dampak serupa.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
