KOLOMBOLA.COM – John Herdman menilai regenerasi menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang Timnas Indonesia. Ia ingin pemain muda Indonesia mendapat kesempatan bermain dan berkembang sejak usia dini.
Dalam empat bulan terakhir, Herdman mengaku aktif memantau banyak pemain muda secara langsung. Nama-nama seperti Dony Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, dan Alfharezzi Buffon masuk dalam daftar pemain yang terus diamati staf pelatih.
Herdman menegaskan usia tidak boleh menjadi penghalang bagi pemain muda untuk tampil di level tertinggi. Menurutnya, kualitas pemain harus menjadi tolok ukur utama dalam menentukan kesempatan bermain.
“Saya punya filosofi sederhana. Kalau seorang pemain cukup bagus, berarti dia juga cukup siap. Usia tidak boleh menjadi penghalang untuk bermain di level tertinggi,” kata Herdman.
Pelatih berusia 50 tahun itu juga menegaskan fokusnya bukan hanya mencari pemain berpengalaman. Ia ingin memberi ruang besar kepada generasi muda Timnas Indonesia agar berkembang lebih cepat.
“Selama empat bulan di Indonesia, saya sudah melihat banyak pemain muda secara langsung. Dan memang itu yang sedang saya cari. Saya tidak fokus mencari pemain usia 28 sampai 36 tahun. Saya benar-benar ingin melihat generasi muda ini,” ujarnya.
Herdman menjadikan perjalanan karier Alphonso Davies sebagai contoh nyata bagi pemain muda Timnas Indonesia. Menurutnya, keberhasilan satu pemain mencapai level elite dunia bisa membuka kepercayaan diri generasi berikutnya.
Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar melahirkan pemain yang mampu bersaing di liga top Eropa. Potensi itu, kata Herdman, mulai terlihat melalui perkembangan Marselino Ferdinan.
“Kita sudah mulai mendekati itu melalui Marselino Ferdinan. Tapi kita butuh lebih banyak lagi. Karena ketika ada satu pemain yang berhasil menembus level elite dunia, itu akan membuka jalan dan kepercayaan bagi pemain muda lain di Indonesia,” tutur Herdman.
Ia kemudian mengingat pengalamannya saat menangani Kanada bersama Alphonso Davies. Momen kepindahan Davies ke Bayern Munchen dinilai mengubah mentalitas banyak pemain muda Kanada.
“Saya pernah melihat itu terjadi di Kanada bersama Alphonso Davies. Dia datang sebagai pemain muda, lalu pindah ke Bayern Munchen. Dia bukan cuma bermain, tapi menjadi juara Liga Champions,” kata Herdman.
Dony Tri Pamungkas menjadi salah satu pemain muda yang mendapat perhatian khusus dari Herdman. Tim pelatih Timnas Indonesia menilai pengalaman bersama tim senior penting untuk mempercepat perkembangan pemain muda.
“Dony Tri misalnya. Kami merasa penting memberinya pengalaman bersama timnas. Karena pemain muda seperti itu punya peluang berkembang jauh lebih besar,” ucap Herdman.
Herdman juga memastikan proses perkembangan pemain muda tidak bisa dilakukan secara instan. Ia bersama staf pelatih Timnas Indonesia berkomitmen menjaga perkembangan talenta muda secara bertahap dan berkelanjutan.
“Baik itu Dony Tri, Marselino, Buffon, atau pemain muda yang lain yang sedang berkembang. Kami harus membantu proses itu terjadi. Karena perkembangan pemain tidak bisa dipaksakan. Saya sangat serius dengan tanggung jawab tersebut,” tutup Herdman.




