Persib Bandung menatap jalan terjal menuju AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027. Sebelum memikirkan persaingan di fase grup, Maung Bandung harus lebih dulu melewati Manila Digger pada laga play-off.
Tantangan Persib tidak hanya datang dari sisi teknis. Tim asuhan Igor Tolic juga harus menjalani pertandingan tanpa dukungan langsung suporter setelah dijatuhi sanksi oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Komite Disiplin AFC sebelumnya menjatuhkan hukuman dua laga kandang tanpa penonton kepada Persib pada 13 Mei 2026. Sanksi itu diberikan menyusul kericuhan pada pertandingan melawan Ratchaburi FC di babak 16 besar ACL Two musim sebelumnya.
Persib sempat mengajukan banding atas keputusan tersebut. Namun, Komite Banding AFC pada Kamis (13/8/2026) menolak permohonan itu sehingga hukuman dinyatakan final.
Dalam putusannya, AFC menyebut Persib Bandung diwajibkan menjalani dua pertandingan dengan penutupan stadion secara penuh. Hukuman itu berlaku untuk dua laga kandang berikutnya yang dimainkan Persib di wilayah Indonesia dalam kompetisi klub pria AFC.
Jika mampu melewati Manila Digger, Persib akan melangkah ke Grup E bersama FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong Viettel. Komposisi grup tersebut menegaskan bahwa perjalanan Maung Bandung tidak akan mudah apabila berhasil lolos ke fase utama.
Artinya, setelah play-off, Persib masih berpotensi menghadapi lawan-lawan kuat dari Korea Selatan, Australia, dan Vietnam. Namun, semua skenario itu baru akan terjadi jika Persib lebih dulu memastikan kemenangan pada laga penentuan.
Fokus Persib kini sepenuhnya tertuju pada duel melawan Manila Digger. Absennya suporter membuat para pemain harus menjaga konsentrasi penuh dan mengatasi tekanan tanpa atmosfer khas Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Dengan tiket fase grup menjadi taruhannya, laga 31 Agustus akan menjadi ujian penting bagi skuad Igor Tolic. Persib dituntut tampil efektif, sekaligus mampu menghadapi situasi nonteknis yang menyertai pertandingan tersebut.




