KOLOMBOLA.COM – Andoni Iraola menyoroti padatnya jadwal pertandingan Liverpool setelah Dominik Szoboszlai dan Jeremie Frimpong mengalami masalah fisik saat menghadapi Brentford.
Dalam laga tersebut, Liverpool sempat tertinggal lebih dulu lewat sundulan Keane Lewis-Potter pada menit ke-44. Namun, The Reds bangkit pada babak kedua melalui gol Victor Munoz pada menit ke-62 dan Alexander Isak delapan menit kemudian.
Pertandingan juga diwarnai dua kartu merah untuk pemain tuan rumah, yakni Yehor Yarmolyuk pada penghujung babak pertama dan Vitaly Janelt pada masa injury time. Brentford pun harus menuntaskan laga dengan sembilan pemain.
Di balik kemenangan itu, kondisi Szoboszlai dan Frimpong menjadi perhatian setelah keduanya ditarik keluar akibat gangguan fisik. Situasi tersebut semakin memberatkan Liverpool yang harus menjalani empat pertandingan dalam 10 hari, termasuk dua laga tandang.
Frimpong masuk pada awal babak kedua setelah sebelumnya tidak dimainkan sejak menit pertama karena mengalami kram di pertandingan Liga Champions. Namun, ia hanya bertahan tujuh menit sebelum merasakan masalah pada ototnya.
Iraola menjelaskan keputusan memainkan Frimpong diambil karena Liverpool sedang menghadapi 10 pemain Brentford. Ia berharap kecepatan dan kemampuan menyerang Frimpong bisa membantu tim, tetapi kondisi fisiknya kembali menjadi kendala.
“Dia mengalami kram pada pertandingan Liga Champions beberapa hari lalu, jadi kami sudah tahu dia tidak akan menjadi starter. Saat menghadapi sepuluh pemain, saya pikir dia bisa memberi kami lebih banyak kontribusi dalam menyerang, tetapi dia langsung merasakan sesuatu pada ototnya,” kata Iraola.
Sementara itu, Szoboszlai kembali masuk susunan pemain utama Liverpool setelah absen dalam dua laga sebelumnya akibat cedera hamstring. Namun, gelandang asal Hungaria itu harus ditarik keluar setelah bermain sekitar setengah jam.
Iraola mengakui Szoboszlai belum sepenuhnya pulih ketika kembali dimainkan. Kondisi itu juga dipengaruhi absennya Ryan Gravenberch yang menjalani hukuman larangan bermain, sehingga pilihan pemain Liverpool menjadi lebih terbatas.
“Dia sudah berusaha. Dia berlatih dalam beberapa hari terakhir, tetapi kami tidak tahu berapa lama dia bisa bermain,” ujar Iraola.
“Ini bukan cedera baru, dia masih belum pulih,” lanjutnya.
Iraola juga menyoroti beban jadwal yang dihadapi Liverpool. Dalam rentang 10 hari, tim asuhan Arne Slot itu harus memainkan empat pertandingan, termasuk dua partai tandang yang menuntut pemulihan fisik dalam waktu singkat.
Menurut Iraola, kondisi tersebut membuat Liverpool harus benar-benar mengandalkan kedalaman skuad. Ia menyebut ketersediaan Alexander Isak dan Cody Gakpo menjadi faktor penting, meski kehilangan Szoboszlai dan Frimpong menambah masalah yang harus dihadapi tim.
“Saya bersyukur atas semua yang telah dia lakukan agar bisa tersedia. Kami sedang berada dalam situasi yang sulit dengan beberapa pemain,” kata Iraola.
“Hari ini kami kehilangan Dom dan Jeremie, ditambah kartu merah yang diterima Ryan. Itulah alasan kami memutuskan menarik Dom lebih awal,” tambahnya.
Setelah meladeni Brentford, Liverpool tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat sebelum menghadapi Villarreal. Iraola menilai seluruh pemain akan sangat dibutuhkan karena padatnya jadwal membuat rotasi menjadi semakin penting.
“Jadwal yang kami hadapi, terutama rangkaian empat pertandingan dalam 10 hari dengan dua laga tandang, sangat menuntut,” ujarnya.
“Di satu sisi, bagus karena hari ini kami bisa memainkan Alex dan untuk pertandingan berikutnya kami akan memiliki Cody. Tetapi kami kehilangan Dom dan Jeremie Frimpong. Jadi, kami bisa melihat bahwa kami membutuhkan seluruh skuad dan semua pemain harus tersedia. Sekarang kami harus kembali beristirahat karena dalam dua hari kami akan menghadapi pertandingan besar lainnya melawan Villarreal,” pungkas Iraola.




