KOLOMBOLA.COM – Lamine Yamal mengungkapkan pesan yang ia sampaikan kepada Lionel Messi setelah Spanyol menaklukkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026. Gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu memastikan La Furia Roja meraih gelar juara.
Usai peluit panjang berbunyi, Yamal langsung menghampiri Messi dan keduanya sempat berbincang. Momen itu menjadi perhatian publik karena Yamal selama ini kerap dibandingkan dengan sang legenda sejak mulai bersinar bersama Barcelona pada usia muda.
Dalam wawancara dengan The Guardian, Yamal mengaku ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Messi atas kontribusinya terhadap sepak bola dunia. Ia menegaskan bahwa ucapannya itu murni datang dari hati, bukan untuk kepentingan pencitraan.
“Saya mengatakan terima kasih untuk semua yang telah Anda berikan kepada sepak bola. Saya tidak melakukan sesuatu hanya agar terlihat bagus untuk foto; itu benar-benar datang dari dalam diri saya,” kata Yamal.
Yamal juga menyinggung foto lama yang memperlihatkan Messi sedang memandikannya ketika masih bayi. Menurutnya, keluarganya sempat menahan publikasi foto tersebut selama bertahun-tahun agar dirinya tidak terlalu cepat disandingkan dengan Messi.
“Karena saya yang memintanya untuk tidak melakukannya. Dia pernah mengunggahnya di Facebook dan saya memintanya untuk menghapusnya. Perbandingan akan terlalu mudah dilakukan, itu saja yang akan dibicarakan orang,” ujarnya.
“Saya ingin menjadi Lamine; saya tidak ingin menjadi Messi. Saya hanya ingin mencapai sejauh yang bisa saya capai. Saya memintanya untuk menunggu. Ketika saya sudah menjadi Lamine, lakukan apa pun yang Anda mau,” lanjut pemain muda Spanyol itu.
Yamal juga mengenang jalannya final saat Argentina harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernandez diganjar kartu merah. Menurutnya, situasi itu membuat Spanyol semakin percaya diri untuk mengontrol pertandingan dan mencari gol kemenangan.
“Kami tahu mereka tidak mungkin mencetak gol, dan dengan menguasai bola melawan 10 pemain, akan sangat sulit bagi kami untuk tidak mencetak gol,” kata Yamal.
Selain itu, Yamal menjelaskan cara pandangnya saat menghadapi pemain bertahan. Ia menyebut bek lawan seperti robot yang dipersiapkan pelatih untuk menghentikannya, namun tetap ada ruang bagi kreativitas pemain sepak bola.
Yamal juga menyebut Neymar sebagai salah satu pemain yang banyak memengaruhi gaya bermainnya. Ia mengaku sering menonton video Neymar untuk mempelajari cara mengecoh lawan dengan gerakan yang tidak mudah ditebak.




