Skip to content
Saturday, 22 August 2026
KOLOMBOLA.COM
FOOTBALL
NEWSROOM
La Liga

5 Pertanyaan Besar untuk Real Madrid di Musim 2026-2027

SHARE

KOLOMBOLA.COM – Real Madrid memulai musim 2026-2027 dengan sejumlah pekerjaan rumah besar setelah mengalami musim yang jauh dari standar klub. Pergantian pelatih, persoalan di ruang ganti, serta deretan cedera membuat Los Blancos membutuhkan perubahan menyeluruh.

Kembalinya Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu memberi harapan baru bagi publik Madrid. Namun, perjalanan menuju sukses tidak akan mudah karena masih ada lima pertanyaan besar yang perlu dijawab untuk menentukan arah tim sepanjang musim ini.

Bisakah Kylian Mbappe dan Vinicius Junior menemukan chemistry?

Kylian Mbappe tampil tajam sejak bergabung pada musim 2024-2025 dengan catatan 86 gol dalam 103 pertandingan. Meski begitu, duetnya dengan Vinicius Junior belum menunjukkan kombinasi yang konsisten di lini serang.

Keduanya sama-sama nyaman beroperasi di sisi kiri, sehingga ruang serangan kerap tidak terkelola dengan baik. Jika Mourinho mampu menyatukan keduanya dalam skema yang saling melengkapi, daya gedor Madrid bisa meningkat signifikan.

Mampukah Mourinho mengendalikan ruang ganti?

Kehadiran Mourinho membawa pengalaman sekaligus risiko, mengingat karakter sang pelatih yang dikenal kuat dan tegas. Pada periode pertamanya di Madrid, ia pernah berselisih dengan sejumlah pemain penting seperti Iker Casillas, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema.

Sejauh ini, hubungan Mourinho dengan para pemain disebut berjalan baik. Jude Bellingham bahkan menyebut bekerja bersama Mourinho sebagai sebuah impian, tetapi tekanan kompetisi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi stabilitas tim.

Siapa yang menjadi jawaban untuk lini tengah?

Sejak Toni Kroos pensiun pada 2024, Madrid belum menemukan gelandang yang benar-benar mampu mengatur permainan dari posisi lebih dalam. Akibatnya, tim kesulitan mengontrol jalannya laga dan membongkar pertahanan lawan yang rapat.

Bernardo Silva hadir sebagai tambahan baru yang diharapkan bisa menghidupkan lini tengah. Mourinho juga memiliki opsi untuk memainkan Trent Alexander-Arnold lebih ke tengah jika kreativitas tim masih belum cukup.

Bagaimana para rekrutan baru menghadapi tekanan?

Madrid merekrut Marc Cucurella, Yan Diomande, Denzel Dumfries, Ibrahima Konate, Carlos Espi, dan Bernardo Silva pada bursa transfer musim panas ini. Mereka diharapkan langsung memberi solusi di sejumlah posisi yang menjadi kelemahan dalam dua musim terakhir.

Tekanan terbesar kemungkinan akan dirasakan Diomande yang baru berusia 19 tahun. Didatangkan dari RB Leipzig dengan biaya transfer maksimal 161,6 juta dolar AS atau sekitar Rp2,88 triliun, ekspektasi terhadap sang pemain jelas sangat tinggi.

Bisakah Real Madrid kembali meraih trofi?

Pertanyaan paling penting tentu soal trofi. Di Bernabeu, standar kesuksesan selalu tinggi, dan dua musim tanpa gelar utama terasa terlalu lama bagi klub sebesar Real Madrid.

Mourinho kini dituntut membawa Madrid kembali ke jalur juara dan merebut takhta Spanyol dari Barcelona. Ujian pertama mereka datang akhir pekan ini saat menghadapi Espanyol, yang juga akan menjadi tolok ukur awal era baru di bawah Mourinho.