Skip to content
Sunday, 23 August 2026
KOLOMBOLA.COM
FOOTBALL
NEWSROOM
Dunia

Donald Trump Bela Gianni Infantino, Singgung Sukses Piala Dunia 2026

SHARE

KOLOMBOLA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan dukungannya kepada Presiden FIFA Gianni Infantino di tengah sorotan atas kontroversi rencana FIFA Foundation for Excellence (FFE). Trump menilai Infantino telah memimpin FIFA meraih kesuksesan besar, terutama melalui penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Dukungan itu muncul setelah UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Concacaf melayangkan kritik keras terhadap proses penyusunan rencana FFE. Ketiga konfederasi tersebut menilai Infantino telah mengkhianati kepercayaan mereka karena prosesnya dianggap tidak transparan.

FFE merupakan rencana pembentukan perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial dan penjualan tiket kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Dalam proposal itu, sekitar 20 persen saham perusahaan disebut akan ditawarkan kepada investor swasta.

Thrive Eternal menjadi salah satu kelompok investor yang diusulkan dalam rencana FFE. Perusahaan tersebut didirikan Joshua Kushner, saudara Jared Kushner yang merupakan menantu Trump. Keterkaitan itu membuat rencana tersebut semakin menjadi perhatian publik.

Trump menyampaikan dukungannya melalui media sosial saat posisi Infantino tengah disorot. Ia menilai pergantian presiden FIFA justru akan merugikan organisasi tersebut setelah keberhasilan Piala Dunia 2026.

"FIFA akan melakukan kesalahan fatal jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," tulis Trump.

"Dia sosok yang luar biasa; dia baru saja memimpin penyelenggaraan Piala Dunia paling sukses, bahkan empat kali lipat lebih sukses, yang pernah ada. Jika dia pergi, ajang ini tidak akan pernah lagi sesukses atau semenguntungkan itu," lanjutnya.

Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen itu menjadi ajang besar bagi FIFA di bawah kepemimpinan Infantino, sekaligus memperkuat kedekatan antara sang presiden FIFA dan Trump.

Tekanan terhadap Infantino tidak hanya berkaitan dengan rencana bisnis FFE. UEFA, AFC, dan Concacaf juga mempersoalkan proses pengambilan keputusan karena merasa tidak diajak berkonsultasi secara memadai sebelum proposal tersebut mencuat ke publik.

FIFA sebelumnya menjelaskan bahwa FFE dirancang untuk mengoptimalkan aset komersial dan meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan untuk pengembangan sepak bola. Namun, rencana melepas sebagian saham kepada investor swasta memunculkan kekhawatiran terkait tata kelola dan kontrol atas aset komersial FIFA.

Hubungan dekat Infantino dengan Trump turut membuat dukungan ini menjadi perhatian. Pada Desember 2025, Infantino juga memberikan FIFA Peace Prize pertama kepada Trump dalam acara undian Piala Dunia 2026 di Washington.

Dengan situasi tersebut, dukungan Trump menjadi modal politik tambahan bagi Infantino saat menghadapi tekanan dari sejumlah konfederasi. Meski begitu, tantangan utama tetap berada di internal FIFA, yakni memulihkan kepercayaan dan memastikan proses pengambilan keputusan berjalan transparan.