KOLOMBOLA.COM – Paolo Maldini mengungkap fakta menarik terkait upaya federasi sepak bola Italia mencari pelatih baru ketika Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia. Salah satu nama besar yang nyaris menangani Timnas Italia adalah Pep Guardiola.
Saat itu, Guardiola disebut menjadi kandidat utama bersama Carlo Ancelotti dan Andrea Pirlo. Bahkan, Pirlo sempat dikabarkan nyaris diumumkan sebagai pelatih sebelum keputusan akhirnya berubah.
Maldini yang kala itu menjabat sebagai direktur teknis Timnas Italia mengaku sempat berbicara langsung dengan Guardiola dan Ancelotti. Dari pertemuan itu, ia menjelaskan alasan mengapa kedua pelatih tersebut akhirnya tidak menerima tawaran untuk menangani Italia.
Maldini menilai Guardiola sebagai sosok yang paling merepresentasikan sepak bola teknis dan menyerang. Karena itu, ia mencoba membuka pembicaraan mengenai peluang mantan pelatih Barcelona itu memimpin Gli Azzurri.
Menurut Maldini, pertemuan dengan Guardiola berlangsung di Barcelona dan membahas banyak hal terkait proyek masa depan sepak bola Italia.
“Dia adalah pelatih yang paling mewakili permainan teknis dan menyerang. Melalui beberapa teman, dia telah menyampaikan keinginan untuk melatih sebuah tim nasional,” ujar Maldini.
“Kami pergi mengunjunginya di Barcelona, makan siang bersama, dan berbicara sepanjang hari. Dia sangat tertarik. Dia benar-benar nyaris menerima tawaran tersebut, bahkan mulai menuliskan susunan pemain di atas kertas,” lanjutnya.
Namun, ketertarikan itu tidak berujung pada kesepakatan. Maldini menyebut Guardiola memilih menolak karena kelelahan setelah menjalani periode panjang sebagai pelatih di Premier League, ditambah kondisi fisik usai menjalani operasi punggung.
“Karena kelelahan, dia mengatakan tidak. Guardiola baru saja melewati 10 tahun yang sangat melelahkan di Premier League. Dia juga menjalani operasi punggung dan ingin beristirahat,” kata Maldini.
“Tetapi pembicaraan itu sangat serius. Kami mempelajari skuad, mulai dari tim U-17 dan seterusnya,” tegasnya.
Selain Guardiola, Maldini juga menghubungi Carlo Ancelotti untuk membahas kemungkinan serupa. Akan tetapi, pelatih berpengalaman itu memilih bertahan bersama Brasil setelah kembali mendapat kepercayaan penuh dari federasi sepak bola negara tersebut.
Meski menolak, Ancelotti tetap memberikan respons positif dan mendoakan proyek Timnas Italia berjalan lancar.
“Kami menelepon pelatih Italia terbaik sepanjang masa, sahabat dekat saya, Carlo Ancelotti,” ujar Maldini.
“Dia menjawab bahwa Brasil telah menegaskan kembali kepercayaan penuh mereka kepadanya, lalu dia mengucapkan selamat tinggal kepada kami dan mendoakan keberuntungan. Itu adalah panggilan yang diperlukan,” pungkasnya.




