Jan Olde Riekerink Soroti Gaya Bermain Persib usai Dewa United Tertahan Imbang

24 Apr 2026 • 01:13 iMedia

KOLOMBOLA.COM – Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyoroti gaya bermain Persib Bandung setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan dua gol dan hanya bermain imbang 2-2 pada laga di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026) malam WIB.

Dewa United sebenarnya tampil sangat baik di awal pertandingan. Tim tuan rumah membuka keunggulan lewat gol Alex Martins pada menit ke-18 setelah menerima umpan Alexis Messidoro. Keunggulan itu kemudian bertambah melalui gol Ricky Kambuaya pada menit ke-64 usai memaksimalkan assist Noah Sadaoui.

Namun, situasi berubah setelah Alex Martins diganjar kartu kuning kedua pada menit yang sama, sehingga Dewa United harus bermain dengan 10 pemain. Persib pun memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk bangkit dan mencetak dua gol balasan melalui penalti Thom Haye pada menit ke-76 serta sundulan Andrew Jung pada menit ke-85.

Jan Olde menilai anak asuhnya seharusnya bisa lebih disiplin dalam mengantisipasi tekanan Persib. Ia menyebut tim lawan banyak mengandalkan bola-bola panjang ke area depan gawang.

“Saya pikir para pemain bisa belajar. Jika saya mencoba mengajarkan sesuatu kepada mereka, mereka harus melakukannya,” ujar Jan Olde.

“Karena hal-hal yang salah terjadi hanya berkaitan dengan kekuatan Persib. Mereka hanya punya bola-bola panjang ke depan gawang,” lanjutnya.

Ia juga menyinggung momen yang berujung pada penalti untuk Persib. Menurutnya, komunikasi antarpemain Dewa United menjadi masalah saat menghadapi situasi tersebut.

“Dan saya pikir jika Anda ingat bahwa mereka selalu datang, jika posisi Anda seperti ini, mereka akan selalu masuk ke dalam dan berada di depan gawang. Dan itulah alasan kami mendapat penalti. Dan kami harus saling berkomunikasi satu sama lain,” ucapnya.

“Dan jika Anda lihat betapa mudahnya kami punya tiga bek tengah. Lalu kami bermain dengan penjagaan satu lawan satu. Namun, kami kehilangan dua poin karena kesalahan kami sendiri. Dan kami juga mendapatkan satu poin karena mereka adalah tim yang fantastis,” tambah Jan Olde.

Selain taktik, kartu merah Alex Martins menjadi sorotan utama dalam laga ini. Jan Olde menyebut insiden tersebut sebagai kesalahan fatal yang sangat merugikan timnya.

“Kami mendapat kartu merah yang sangat bodoh. Itu hampir tidak bisa diterima. Dan cara kami mempersiapkan laga ini, sikap mereka dalam latihan, keterbukaan mereka dalam seluruh grup, saya pikir kami punya kelompok pemain yang fantastis,” katanya.

Hasil imbang ini membuat Dewa United gagal mengamankan kemenangan yang sempat di depan mata, sementara Persib Bandung pulang dengan satu poin setelah melakukan comeback dramatis.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya