KOLOMBOLA.COM – West Ham masih berjuang menjauh dari ancaman degradasi, tetapi ada perkembangan positif di lini belakang mereka. Sejak menang 2-0 atas Burnley pada Februari lalu, performa defensif The Hammers terlihat jauh lebih solid.
Pada paruh pertama musim, pertahanan West Ham kerap menjadi titik lemah. Mereka sering kehilangan konsentrasi saat menghadapi serangan langsung maupun situasi bola mati, sehingga lawan relatif mudah mencetak gol.
Situasi itu mulai berubah setelah Axel Disasi datang dengan status pinjaman dari Chelsea. Bek asal Prancis tersebut langsung menunjukkan kecocokan dengan Konstantinos Mavropanos di jantung pertahanan.
Sejak kemenangan atas Burnley pada 7 Februari, West Ham mencatat lima clean sheet dalam 11 laga liga dan hanya kebobolan 13 gol. Catatan itu menjadi peningkatan signifikan dibanding awal masa Nuno Espirito Santo, ketika mereka gagal mencatat clean sheet dalam 19 pertandingan liga pertama di bawah pelatih tersebut.
Hubungan Disasi dan Mavropanos juga terlihat kuat di lapangan. Keduanya beberapa kali saling memberi fist-bump setiap kali berhasil memenangkan duel udara, melakukan tekel krusial, atau menggagalkan serangan lawan.
Mantan bek West Ham dan timnas Inggris, Matt Upson, menilai kehadiran Disasi memberi dampak besar terhadap perkembangan Mavropanos. Menurut dia, Disasi membawa ketenangan yang sebelumnya belum dimiliki lini belakang West Ham.
“Disasi memberi pengaruh yang menenangkan untuk Mavropanos,” kata Upson kepada The Athletic. “Anda bisa menonton pertandingan dan hampir tidak menyadari keberadaannya, tapi itu justru hal yang bagus karena dia tidak mencari sorotan. Itu membantu Mavropanos, karena sebelumnya dia sering terlihat kacau dalam pengambilan keputusan.”
Ujian berat menanti West Ham saat menghadapi Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta itu punya lini serang berbahaya, termasuk Bukayo Saka dan Viktor Gyokeres.
Namun, Disasi dan Mavropanos sebelumnya sudah menunjukkan kapasitas mereka ketika menahan Manchester City 1-1 serta membuat lini serang Manchester United gagal mencatat tembakan tepat sasaran di laga lain di London Stadium.
Upson bahkan yakin duet tersebut bisa memberi perlawanan fisik kepada Gyokeres. “Pujian terbesar yang bisa saya berikan kepada Disasi dan Mavropanos adalah saya tidak bisa melihat kemungkinan Gyokeres akan menikmati pertandingan melawan mereka,” ujarnya.
“Dengan gaya bermainnya, mereka justru akan menikmati duel itu. Gyokeres memang sangat bagus melawan Atletico Madrid, tetapi ini akan menjadi pertarungan fisik yang lebih berat baginya.”
Laga ini juga punya cerita tambahan bagi Mavropanos, yang akan menghadapi mantan klubnya. Bek berusia 28 tahun itu pernah direkrut Arsenal dari PAS Giannina pada 2018, tetapi hanya mencatat tujuh penampilan liga sebelum akhirnya hengkang permanen ke Stuttgart.




