Skip to content
Monday, 19 October 2026
KOLOMBOLA.COM
FOOTBALL
NEWSROOM
Liga Champions

Tugas Tak Biasa Mourinho untuk Thibaut Courtois saat Real Madrid Kesulitan Bangun Serangan

SHARE

Real Madrid sempat kesulitan mengembangkan permainan sebelum pergantian pemain memberikan dampak positif. Roma mampu menekan dengan efektif sehingga para pemain Los Blancos tak leluasa membangun serangan dari lini belakang.

Dalam situasi itu, skema serangan Real Madrid terlihat terlalu bergantung pada umpan panjang Thibaut Courtois. Saat Roma menerapkan pressing tinggi, lini tengah Madrid gagal menyediakan cukup banyak opsi operan untuk membantu kiper memulai serangan secara lebih terstruktur.

Akibatnya, Courtois lebih sering dipaksa mengirim bola langsung ke area depan dengan harapan rekan setimnya memenangkan duel atau menemukan ruang kosong. Statistik pertandingan menunjukkan ia hanya menyelesaikan tiga umpan panjang dari lebih dari 10 percobaan.

Pendekatan tersebut membuat Real Madrid kesulitan menjaga penguasaan bola dan melewati tekanan lawan. Cara bermain ini juga dinilai belum memaksimalkan kemampuan teknis para pemain yang sebenarnya bisa membantu tim mengalirkan bola dari belakang.

Situasi itu menimbulkan pertanyaan karena Real Madrid memiliki sejumlah pemain dengan kemampuan progresi bola yang baik. Trent Alexander-Arnold, Arda Guler, dan Bernardo Silva disebut sebagai opsi yang bisa membantu tim keluar dari tekanan melalui operan dan pergerakan.

Alexander-Arnold dikenal berperan penting dalam membangun serangan sejak masih membela Liverpool. Kemampuan umpan progresifnya bisa menjadi alternatif selain mengandalkan bola panjang dari Courtois.

Di lini tengah, Thiago Pitarch juga dinilai punya keberanian untuk meminta bola dan mencari ruang di bawah tekanan. Eduardo Camavinga pun menawarkan kemampuan membawa bola yang dapat membantu Real Madrid melewati pressing lawan.

Sebaliknya, kombinasi Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde dinilai belum cukup memberi dukungan dalam situasi tersebut. Ketika para gelandang tidak aktif membuka jalur operan, beban untuk memulai serangan semakin besar bagi Courtois.

Kemenangan atas Roma menunjukkan kualitas individu dan pergantian pemain bisa mengubah jalannya pertandingan. Namun, Real Madrid tak bisa terus mengandalkan kebangkitan dramatis untuk menutupi kelemahan dalam strategi permainan.

Mourinho perlu mengevaluasi pendekatan build-up tim, terutama saat menghadapi lawan yang agresif dalam pressing. Para pemain di lini tengah harus lebih aktif menawarkan diri sebagai opsi operan, sementara bek sayap perlu membantu menciptakan jalur progresi bola.

Courtois seharusnya menjadi bagian dari proses membangun serangan, bukan tumpuan utama untuk melewati tekanan lawan lewat umpan panjang. Dengan memaksimalkan kemampuan pemain yang tersedia, Real Madrid berpeluang tampil lebih terorganisasi dan mengurangi risiko kehilangan bola.

Jika masalah itu tidak segera dibenahi, kemenangan seperti saat melawan Roma bisa menjadi pengecualian, bukan gambaran konsistensi permainan yang dibutuhkan Real Madrid.