KOLOMBOLA.COM – Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh bukan hanya memastikan langkah ke final secara dramatis, tetapi juga memperlihatkan dominasi penuh sepanjang pertandingan. Skuad asuhan John Herdman tampil agresif dan mencatatkan statistik yang sangat meyakinkan.
Dari sisi penguasaan bola, Indonesia unggul jauh dengan 70 persen, sementara Bangladesh hanya menguasai 30 persen. Data ini menggambarkan bagaimana Garuda terus mengontrol jalannya laga dan memaksa lawan lebih banyak bertahan.
Tekanan Indonesia juga terlihat dari jumlah peluang yang diciptakan. Sepanjang pertandingan, Kevin Diks dan rekan-rekannya melepaskan 32 tembakan, dengan 17 di antaranya mengarah ke gawang. Selain itu, enam tembakan melenceng dan sembilan lainnya diblok pemain Bangladesh.
Di sisi lain, Bangladesh hanya mampu mencatatkan tujuh tembakan. Dari jumlah tersebut, tiga tembakan tepat sasaran dan dua di antaranya berbuah gol. Mereka lebih sering mengandalkan serangan balik untuk mencari celah di pertahanan Indonesia.
Dominasi Indonesia semakin terasa dalam situasi bola mati. Garuda memperoleh 13 tendangan sudut dan 14 tendangan bebas, yang menunjukkan intensitas serangan mereka di area pertahanan Bangladesh. Sebagai perbandingan, Bangladesh hanya mendapatkan satu tendangan sudut dan tujuh tendangan bebas.
Hasil akhir pun mencerminkan jalannya pertandingan. Indonesia menang 9-2 lewat gol-gol Mitchell Baker pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7, Rizky Ridho menit ke-32, Justin Hubner menit ke-45+1, Luke Vickery menit ke-90, serta Kevin Diks menit ke-90+6. Bangladesh membalas melalui Shahriar Emon menit ke-36 dan Ali Wahid menit ke-90+1.




