Skip to content
Sunday, 23 August 2026
KOLOMBOLA.COM
FOOTBALL
NEWSROOM
Timnas

Seperti Arsenal, Timnas Inggris Diprediksi Andalkan Bola Mati di Piala Dunia 2026

SHARE

KOLOMBOLA.COM – Pelatih timnas Belanda, Ronald Koeman, memprediksi Timnas Inggris akan tampil lebih pragmatis pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Menurutnya, faktor cuaca panas akan membuat Inggris mengandalkan cara bermain yang efisien, terutama melalui situasi bola mati.

Koeman menilai pilihan skuad Inggris sudah memberi gambaran arah permainan yang akan diambil. Ia menyebut Inggris kemungkinan besar akan bertumpu pada sepak pojok dan lemparan ke dalam sebagai senjata utama.

“Anda bisa melihat bagaimana mereka akan bermain dari pilihan skuad Inggris,” ujar Koeman. “Mereka akan bertaruh pada sepak pojok dan lemparan ke dalam.”

Koeman menambahkan, pendekatan tersebut tidak terlalu menguras tenaga pemain dan bisa sangat efektif dalam kondisi turnamen yang berlangsung di cuaca ekstrem. Ia mencontohkan Arsenal sebagai tim yang sukses memaksimalkan situasi bola mati.

“Itu membutuhkan energi paling sedikit dalam kondisi panas,” kata Koeman. “Itulah cara Arsenal menjadi juara. Tanpa sepak pojok, mereka tidak akan berhasil.”

Arsenal memang tampil sangat baik dalam memanfaatkan bola mati pada musim lalu. Tim asuhan Mikel Arteta mencatat 19 gol dari situasi sepak pojok di Liga Inggris.

Salah satu pemain yang berperan besar dalam skema tersebut adalah Declan Rice. Gelandang Timnas Inggris itu dikenal memiliki akurasi umpan yang konsisten saat mengambil bola mati.

Di sisi lain, pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel juga menyiapkan sejumlah pemain dengan kemampuan duel udara yang kuat. Nama Dan Burn dan Ivan Toney masuk dalam daftar skuad untuk menambah variasi serangan.

“Kami memiliki spesialis untuk berbagai skenario berbeda,” ujar Tuchel. “Kami selalu ingin menjadi tim yang kuat dalam situasi bola mati dan penalti.”

Selain membahas Inggris, Koeman juga mengumumkan skuad Belanda untuk turnamen mendatang. Sejumlah pemain berpengalaman tetap menjadi andalan dalam daftar tersebut.

Virgil van Dijk kembali memimpin lini belakang Belanda. Sementara itu, Memphis Depay dan Wout Weghorst juga mendapat panggilan lagi dari Koeman.

Jurrien Timber yang tampil konsisten bersama Arsenal musim ini turut masuk skuad. Donyell Malen juga dipilih setelah menunjukkan performa apik pada paruh musim bersama Roma.

Koeman turut mengakui bahwa dirinya kini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait pemain yang belum sepenuhnya fit. Ia menyebut pengalaman sebelumnya membuatnya lebih matang dalam menentukan pilihan.

“Saya telah berubah,” ujar Koeman. “Jika situasinya sama lagi, mungkin saya akan mengambil keputusan berbeda.”