KOLOMBOLA.COM – Manchester City akan menorehkan pencapaian baru saat memainkan laga ke-150 mereka di Liga Champions. Momen ini hadir pada musim ke-15 secara beruntun bagi The Citizens di kompetisi elite antarklub Eropa, sekaligus menjadi rentetan partisipasi aktif terpanjang di antara klub-klub Inggris.
Sejak kembali tampil pada musim 2011/12 setelah absen selama 43 tahun, Manchester City berkembang menjadi salah satu kekuatan utama Eropa. Klub asal Inggris itu telah menjuarai Liga Champions pada 2023, menjadi runner-up pada 2021, serta enam kali mencapai perempat final di luar dua pencapaian tersebut.
Dari 149 pertandingan sebelumnya di Liga Champions, Manchester City mencatat 83 kemenangan, mencetak 313 gol, dan kebobolan 180 gol. Statistik tersebut menggambarkan konsistensi mereka dalam bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Puncak perjalanan City terjadi pada musim 2022/23. Tim asuhan Pep Guardiola menyingkirkan Bayern Munchen dan Real Madrid sebelum mengalahkan Inter Milan 1-0 pada final di Istanbul untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Namun, perjalanan mereka juga diwarnai sejumlah kegagalan. Manchester City kalah 0-1 dari Chelsea pada final 2021 di Porto, tersingkir secara dramatis dari Real Madrid pada 2022, serta gagal melewati Tottenham Hotspur di perempat final musim 2018/19.
Real Madrid menjadi lawan yang paling sering dihadapi City di ajang ini, dengan total 17 pertemuan. Bayern Munchen dan Paris Saint-Germain menyusul dengan masing-masing delapan laga, sedangkan Borussia Dortmund telah dihadapi tujuh kali.
Erling Haaland menjadi pencetak gol terbanyak Manchester City di Liga Champions. Penyerang asal Norwegia itu telah mencetak 38 gol dalam 41 penampilan, melewati rekor Sergio Aguero yang mengoleksi 36 gol dari 64 pertandingan.
Haaland juga memiliki rasio gol yang luar biasa. Dengan total 61 gol dalam 60 penampilan di kompetisi ini, ia termasuk jajaran pencetak gol tersubur sepanjang sejarah Liga Champions dengan rata-rata lebih dari satu gol per pertandingan.
Dari sisi penampilan, Bernardo Silva menjadi pemain Manchester City dengan caps terbanyak di Liga Champions, yakni 86 kali. Ia berada di atas Ilkay Gundogan dengan 77 penampilan, Ederson dengan 76, Fernandinho dengan 74, dan Kevin De Bruyne dengan 73.
Guardiola juga memegang peran penting dalam perjalanan City di Eropa. Ia memimpin Manchester City dalam 105 dari 149 pertandingan Liga Champions sebelumnya, dengan catatan 64 kemenangan dan selisih gol plus 124.
Secara keseluruhan, Guardiola telah memenangi 117 dari 191 pertandingan Liga Champions sebagai pelatih. Hanya Carlo Ancelotti yang mencatat kemenangan lebih banyak, yakni 124 dari 218 pertandingan, sekaligus unggul dalam jumlah gelar.
Manchester City kini berharap bisa menandai laga ke-150 mereka di Liga Champions dengan hasil positif dan melanjutkan konsistensi mereka di panggung Eropa.




