Skip to content
Sunday, 11 October 2026
KOLOMBOLA.COM
FOOTBALL
NEWSROOM
Liga Champions

Leipzig Tumbang di Markas Como, Demichelis Sebut Dua Gol Awal sebagai Hadiah

SHARE

KOLOMBOLA.COM – Como tampil meyakinkan saat menaklukkan Leipzig dalam laga yang menandai debut bersejarah mereka di kompetisi Eropa setelah penantian 119 tahun. Wakil Italia itu menang besar lewat gol Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan Maximo Perrone.

Hasil tersebut membuat Como menjadi klub Italia kedua yang mampu mencetak setidaknya empat gol dalam debut di ajang European Cup atau Liga Champions. Mereka menyamai catatan Sampdoria yang pernah menang 4-0 atas Rosenborg pada 1991.

Pelatih Leipzig, Martin Demichelis, tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa timnya, terutama di lini belakang. Ia menilai kesalahan dalam dua gol awal Como menjadi faktor yang sangat merugikan.

Kesalahan Ridle Baku saat membuang bola memberi ruang bagi Baturina untuk membuka keunggulan Como. Setelah itu, Baturina kembali terlibat dalam proses gol kedua tuan rumah melalui umpan yang membelah pertahanan Leipzig sebelum Douvikas menggandakan skor.

Demichelis menilai situasi tersebut tidak seharusnya terjadi di level Liga Champions. “Sulit memberikan analisis yang tepat saat ini. Lawan jauh lebih baik daripada kami,” ujar Demichelis.

Ia juga menyoroti buruknya struktur Leipzig ketika kehilangan bola. Menurutnya, tim tidak mampu menjaga organisasi permainan untuk meredam serangan Como.

“Kami membutuhkan struktur yang lebih baik saat tanpa bola, tetapi itu tidak terjadi. Dua gol pertama adalah hadiah. Anda tidak bisa bertahan seperti itu di level ini,” kata Demichelis.

Leipzig sempat tampil lebih dominan dalam penguasaan bola setelah jeda. Namun, Como tetap efektif dan memanfaatkan serangan pertama mereka pada babak kedua untuk mencetak gol melalui Diao.

Demichelis kemudian membandingkan kekompakan kedua tim. Menurutnya, Como sudah memiliki identitas permainan yang lebih matang karena telah bekerja bersama selama sekitar tiga tahun, termasuk di bawah dukungan Djarum Group.

“Kami juga harus mengakui bahwa lawan sudah bermain bersama selama sekitar tiga tahun dan memiliki identitas yang jelas. Itu terlihat malam ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Leipzig masih dalam proses membangun chemistry karena datang dengan delapan pemain baru dalam skuad. Kondisi itu, kata Demichelis, turut terlihat dalam jalannya pertandingan.

“Kami memiliki delapan pemain baru di skuad. Itu juga terlihat. Pada babak kedua, kami lebih banyak menguasai bola, tetapi serangan pertama Como berujung gol. Sulit melihat hal positif saat ini,” ucapnya.

Leipzig kini dituntut segera bangkit di Bundesliga sebelum kembali tampil di Liga Champions. Pada matchday kedua, mereka akan menghadapi PSV Eindhoven pada 13 Oktober dan perlu memperbaiki organisasi pertahanan agar tidak kembali tampil rapuh.