Skip to content
Tuesday, 25 August 2026
KOLOMBOLA.COM
FOOTBALL
NEWSROOM
Timnas

Kurniawan Dwi Yulianto Minta Maaf usai Timnas Indonesia U-17 Tersingkir dari Piala Asia U-17

SHARE

KOLOMBOLA.COM – Timnas Indonesia U-17 harus mengakhiri perjalanan di Piala Asia U-17 2026 lebih cepat setelah gagal melaju ke babak berikutnya dan tidak lolos ke Piala Dunia U-17 2027. Garuda Muda menutup Grup B di posisi juru kunci dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan.

Indonesia sebenarnya memiliki jumlah poin yang sama dengan China dan Qatar, yang juga sama-sama mengumpulkan tiga angka. Namun, Garuda Muda kalah selisih gol sehingga finis di urutan terakhir klasemen grup.

Jepang memastikan tiket ke perempat final sebagai juara Grup B dengan torehan sempurna, sembilan poin dari tiga laga. Sementara itu, China mendampingi Jepang ke babak gugur setelah menempati posisi kedua.

Pada laga terakhir kontra Jepang, Timnas Indonesia U-17 sempat berupaya mengimbangi permainan lawan sejak awal pertandingan. Namun, tekanan bertubi-tubi dari Jepang membuat lini belakang Garuda Muda kesulitan keluar dari tekanan dan menjaga kestabilan permainan.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyampaikan permintaan maaf atas hasil tersebut. Ia menegaskan bertanggung jawab penuh sebagai pelatih kepala atas kegagalan timnya melangkah lebih jauh.

"Ya, atas nama pribadi dan juga sebagai head coach, sebagai penanggung jawab di tim ini, saya mohon maaf atas kegagalan ini," ujar Kurniawan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada staf kepelatihan serta para pemain yang dinilai sudah bekerja keras selama turnamen berlangsung.

"Tapi saya tetap berterima kasih kepada semua staf yang ada di belakang tim, dan juga terima kasih atas kerja keras para pemain," katanya menambahkan.

Kurniawan tidak mampu melanjutkan pencapaian yang sebelumnya diraih Timnas Indonesia U-17 saat masih ditangani Nova Arianto. Pada periode sebelumnya, Garuda Muda sukses melangkah ke perempat final Piala Asia U-17 2025 sekaligus memastikan tiket ke Piala Dunia U-17 2025.

"Karier mereka masih panjang, saya berharap mereka terus tumbuh, berkembang, dan menjadi pemain-pemain yang akhirnya bisa berprestasi ke depannya," tutur Kurniawan.

"Sebagai penanggung jawab, sebagai head coach tentunya saya akan bertanggung jawab penuh atas kegagalan untuk mengulang sukses tim yang tahun lalu," imbuhnya.