Skip to content
Sunday, 18 October 2026
KOLOMBOLA.COM
FOOTBALL
NEWSROOM
Liga Champions

Italia Terpuruk ke Posisi Kesembilan dalam Perebutan Slot Tambahan Liga Champions

SHARE

Jatah tambahan Liga Champions yang dikenal sebagai European Performance Spot (EPS) masih menjadi persaingan ketat antarliga di Eropa. Hingga pembaruan terakhir, Italia berada di posisi kesembilan dalam klasemen koefisien UEFA dan tertinggal dari sejumlah pesaing utama.

EPS diberikan kepada dua asosiasi dengan performa terbaik di kompetisi UEFA sepanjang musim. Inggris dan Spanyol sebelumnya mendapat tambahan tempat untuk edisi 2025-2026 dan 2026-2027, sedangkan Italia dan Jerman memperoleh jatah itu pada musim 2024-2025.

UEFA menentukan dua slot tambahan tersebut berdasarkan peringkat koefisien asosiasi pada akhir musim sebelumnya. Penilaian dilakukan dari akumulasi hasil klub di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi.

Setiap kemenangan bernilai dua poin dan hasil imbang satu poin, sementara kekalahan tidak menghasilkan poin. Untuk laga kualifikasi dan play-off, poin yang didapat dihitung setengah. Klub juga bisa memperoleh bonus sesuai capaian di fase liga dan babak berikutnya.

Seluruh poin dari klub-klub suatu negara kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah wakil negara tersebut di kompetisi UEFA. Karena itu, performa seluruh klub menjadi faktor penting, bukan hanya tim-tim besar seperti Inter Milan, Juventus, AC Milan, dan Napoli.

Berdasarkan pembaruan terbaru, Inggris memimpin klasemen koefisien dengan 6,611 poin. Portugal berada di posisi kedua dengan 6,300, disusul Norwegia dengan 6,200.

Jerman menempati peringkat keempat dengan 6,142 poin, sedangkan Spanyol ada di posisi kelima dengan 6,125. Turki berada di urutan keenam dengan 5,900, Azerbaijan ketujuh dengan 5,625, dan Yunani kedelapan dengan 5,400.

Italia tepat berada di bawah Yunani, yakni di posisi kesembilan dengan 5,214 poin, jumlah yang sama dengan Prancis yang ada di urutan kesepuluh. Kondisi ini membuat Serie A harus mengejar ketertinggalan pada laga-laga Eropa berikutnya.

Setiap kemenangan bisa membantu menaikkan koefisien nasional, sementara hasil buruk berpotensi membuat jarak dengan para pesaing semakin lebar. Meski persaingan masih panjang, Italia perlu menjaga konsistensi jika ingin kembali menembus dua besar dan mengamankan tiket kelima ke Liga Champions.

Jika gagal finis di dua besar klasemen koefisien UEFA, Serie A hanya akan memiliki empat jatah dasar untuk Liga Champions. Artinya, peluang mendapatkan slot tambahan sepenuhnya bergantung pada posisi akhir Italia hingga musim Eropa berakhir.