Skip to content
Sunday, 11 October 2026
KOLOMBOLA.COM
FOOTBALL
NEWSROOM
La Liga

Gabriel Jesus Manfaatkan Jeda Internasional untuk Adaptasi di Barcelona

SHARE

KOLOMBOLA.COM – Gabriel Jesus belum banyak mendapatkan kesempatan bermain sejak bergabung dengan Barcelona. Meski begitu, penyerang asal Brasil itu tetap mampu memberi kontribusi dengan torehan dua gol dari empat laga resmi, meski hanya bermain selama 41 menit.

Menurut laporan AS, Jesus tidak memanfaatkan jeda internasional untuk beristirahat. Walaupun Hansi Flick memberikan libur sepekan kepada pemain yang tidak mendapat panggilan tim nasional, Jesus tetap menjalani program latihan untuk mengejar ketertinggalan dari rekan setimnya.

Kondisi fisik Jesus memang menjadi perhatian. Ia datang ke Barcelona setelah tidak bermain reguler bersama Arsenal selama setahun terakhir. Sebelumnya, ia juga sempat mengalami cedera ACL pada 2025 yang membuat menit bermainnya terbatas.

Situasinya di Arsenal pun tidak ideal menjelang transfer ke Barcelona. Mikel Arteta disebut telah menyampaikan kepada manajemen klub bahwa Jesus tidak masuk dalam rencana tim, sehingga sang striker menjalani latihan terpisah pada musim panas.

Meski begitu, Jesus menegaskan bahwa cedera lututnya bukan lagi masalah. Sejak awal bergabung, ia menyebut kondisi lututnya sudah pulih sepenuhnya dan pernyataan itu kembali ia sampaikan dalam beberapa wawancara.

Performa awalnya bersama Barcelona turut mendukung pernyataan tersebut. Dua gol dalam waktu bermain yang sangat terbatas menunjukkan Jesus masih mampu memberi dampak ketika diberi kesempatan.

Namun, tantangan yang lebih berat sudah menanti Barcelona. Dalam satu bulan ke depan, tim asuhan Flick dijadwalkan menjalani delapan pertandingan melawan Getafe, Galatasaray, Real Betis, PSG, Real Madrid, Alaves, Aston Villa, dan Atletico Madrid.

Rangkaian laga padat itu membuat Jesus harus berada dalam kondisi fisik terbaik. Karena itu, jeda internasional menjadi momen penting untuk meningkatkan kebugaran sebelum jadwal ketat dimulai.

Program latihan yang dijalani Jesus tak hanya berfokus pada aspek fisik bersama staf Barcelona. Ia juga menjalani sesi individual untuk mempelajari detail taktik yang diinginkan Flick.

Hal itu penting karena Barcelona di bawah Flick menuntut intensitas tinggi. Jesus perlu memahami pressing, pergerakan tanpa bola, dan ritme permainan agar bisa beradaptasi penuh dengan sistem baru.

Dengan menit bermain yang masih terbatas, jeda internasional menjadi kesempatan bagi Jesus untuk mempercepat proses adaptasi. Target berikutnya adalah membuktikan dirinya saat kompetisi kembali bergulir.