Skip to content
Sunday, 23 August 2026
KOLOMBOLA.COM
FOOTBALL
NEWSROOM
Premier League

Andrew Robertson Blak-blakan Soal Penyebab Liverpool Merosot Musim Ini

SHARE

KOLOMBOLA.COM – Andrew Robertson akhirnya buka suara soal penyebab penurunan performa Liverpool pada musim ini. Bek asal Skotlandia itu menilai ada dua faktor utama yang membuat The Reds tampil jauh dari konsisten.

Tim asuhan Arne Slot memang mengalami penurunan drastis di berbagai ajang. Liverpool gagal mempertahankan gelar liga dan juga tak mampu berbicara banyak di kompetisi lain.

Di klasemen sementara Premier League, Liverpool kini berada di posisi kelima dengan koleksi 59 poin dari 37 pertandingan. Mereka hanya unggul tiga angka dari Bournemouth yang berada tepat di bawahnya.

Menurut Robertson, salah satu penyebab merosotnya performa Liverpool adalah proses adaptasi pemain-pemain anyar yang belum berjalan mulus. Liverpool memang belanja besar pada bursa transfer musim panas lalu dengan total pengeluaran mencapai 450 juta pounds.

Sejumlah nama besar seperti Hugo Ekitike, Florian Wirtz, Alexander Isak, Jeremie Frimpong, hingga Milos Kerkez didatangkan untuk menjaga daya saing tim. Namun, Robertson menilai para pemain muda itu masih membutuhkan waktu untuk benar-benar menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Kami membeli pemain (musim panas lalu) yang membuat kami semua bersemangat, dan mereka semua akan memiliki karier yang luar biasa di Liverpool. Saya tidak ragu tentang itu. Tetapi mereka juga masih muda,” ujar Robertson, seperti dikutip dari Liverpool Echo.

“Saya telah melihat lebih dari cukup dalam latihan dan pertandingan serta sikap mereka bahwa mereka akan sukses. Tetapi telah menunjukkan bahwa mereka mungkin membutuhkan sedikit waktu. Dan kemudian beberapa pemain yang telah bermain di level yang sangat tinggi, kami belum bermain di level itu,” lanjutnya.

Robertson juga menyoroti performa para pemain lama Liverpool yang dinilainya belum mampu mempertahankan level seperti musim sebelumnya. Kondisi itu membuat tim kesulitan menemukan ritme permainan terbaik.

“Jika Anda menambahkan semua itu, maka kami telah mengalami musim yang tidak konsisten dan itu adalah frustrasi besar bagi kami. Kami telah mencoba mencari konsistensi, kami telah mencoba mencari jawaban musim ini dan kami belum berhasil menemukannya,” katanya.

Selain inkonsistensi, Robertson juga mengakui Liverpool terlalu mudah dikalahkan musim ini. Situasi itu berdampak besar karena mereka gagal bersaing di Premier League, Liga Champions, FA Cup, maupun EFL Cup.

Meski demikian, Robertson tetap optimistis masa depan Liverpool masih cerah. Ia percaya skuad yang dimiliki The Reds masih cukup kuat untuk kembali meraih sukses dalam waktu dekat.

“Dan kami terlalu mudah dikalahkan. Tidak ada yang bisa disembunyikan dari itu, tetapi untuk masa depan Liverpool, saya percaya mereka memiliki lebih dari cukup pemain di ruang ganti untuk meraih lebih banyak prestasi lagi,” ucapnya.

“Saya percaya mereka bisa sukses lagi dan saya berharap itu terjadi musim ini, dan mungkin saya akan menambahkan satu atau dua trofi ke lemari trofi yang sudah cukup mengesankan. Tapi itu tidak ditakdirkan dan musim depan saya pikir mereka akan kembali berjaya. Sekarang, tahun ini tidak berjalan sesuai rencana karena berbagai alasan,” tambah Robertson.

Dengan situasi yang belum stabil, Liverpool kini dituntut segera mencari solusi agar bisa menutup musim dengan hasil terbaik dan mempersiapkan kebangkitan pada musim depan.