KOLOMBOLA.COM – Inter Milan memetik kemenangan 3-1 atas Bologna pada lanjutan Serie A, sekaligus membawa modal penting jelang laga Liga Champions berikutnya. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Tommaso Pobega, Inter bangkit melalui gol Marcus Thuram sebelum turun minum. Pada babak kedua, Carlos Augusto dan Ange-Yoan Bonny memastikan kemenangan Nerazzurri.
Pelatih Inter, Aleksandar Kolarov, menilai timnya masih perlu meningkatkan intensitas permainan, terutama saat menyerang dan ketika merebut kembali bola. Menurutnya, pembenahan tersebut menjadi fokus utama setelah hasil yang kurang memuaskan di kompetisi Eropa.
Inter sempat kesulitan pada babak pertama. Bologna tampil lebih agresif dan berhasil memanfaatkan kondisi fisik yang lebih segar untuk menekan lawan. Namun, Kolarov menegaskan timnya tidak mencari alasan atas situasi tersebut.
"Pendekatan kami sebenarnya tidak terlalu buruk hari ini, tetapi Bologna memiliki pemain yang lebih segar daripada kami," kata Kolarov kepada DAZN Italia.
"Namun, kami tidak menjadikan hal itu sebagai alasan. Bologna tampil sangat baik pada babak pertama. Kami kesulitan mendapatkan bola kedua dan mereka bermain lebih agresif, tetapi para pemain tetap percaya pada diri sendiri dan kami mendominasi setelah jeda," lanjutnya.
Pergantian pemain setelah turun minum memberi dampak besar bagi Inter. Carlos Augusto tampil menonjol dengan satu gol dan satu assist, sementara Bonny turut mencatatkan namanya di papan skor. Performa tersebut membuat Carlos Augusto dinobatkan sebagai Man of the Match Serie A.
Kolarov memberikan pujian kepada sang pemain yang dinilainya selalu menunjukkan keseriusan dalam latihan. "Carlos Augusto tidak pernah menjalani sesi latihan dengan buruk. Dia sangat penting bagi kami dan saya senang untuknya," ujarnya.
"Kami tidak membutuhkan penghargaan ini untuk mengetahui apa yang bisa dia lakukan," tegas Kolarov.
Fokus Inter kini beralih ke Liga Champions. Kekalahan mengejutkan 3-4 dari Club Brugge di kandang sendiri pada laga sebelumnya membuat situasi mereka di fase liga cukup berat. Sebelumnya, Inter juga kalah 1-2 saat bertandang ke markas Real Madrid, sehingga belum meraih poin dari dua pertandingan pertama.
Laga melawan Shakhtar Donetsk di San Siro pada Rabu menjadi pertandingan penting bagi Inter. Kolarov menyadari persaingan di Liga Champions menuntut intensitas yang lebih tinggi dibandingkan kompetisi domestik.
"Kami harus meningkatkan permainan ke level berikutnya di Liga Champions. Karena itu, kami ingin bermain lebih agresif, baik saat menyerang maupun ketika merebut kembali bola," ungkap Kolarov.
"Memang benar kami sedang menghadapi beberapa masalah, tetapi kami juga menyadari kemampuan kami dan masih memiliki waktu untuk mengejar poin yang hilang. Kami berusaha bermain lebih agresif di Eropa dibandingkan musim lalu," sambungnya.
Inter sendiri pernah tersingkir pada babak play-off Liga Champions musim lalu setelah kalah dari Bodo/Glimt. Meski begitu, Nerazzurri sebelumnya sempat mencapai dua final dalam rentang tiga musim, sehingga ekspektasi terhadap mereka tetap tinggi.
Kolarov menegaskan timnya tidak perlu membuktikan apa pun kepada pihak lain. Baginya, yang terpenting adalah konsistensi dalam meningkatkan intensitas permainan, baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan.
"Kami tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun selain kepada diri sendiri. Kami ingin bermain lebih intens, baik saat menguasai bola maupun ketika tidak menguasainya," kata Kolarov.
"Pada babak kedua hari ini, di Madrid, serta dalam 50 menit pertama melawan Club Brugge, kami bermain dengan intensitas tinggi saat menguasai bola. Hal itu tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang pasti terjadi begitu saja. Kami harus mengatur tempo permainan sejak dari para pemain bertahan," pungkasnya.




