KOLOMBOLA.COM – Barcelona kembali menunjukkan ketajaman lini serang saat menghadapi Real Betis. Lima gol yang mereka lesakkan menjadi bukti bahwa Blaugrana memiliki banyak cara untuk membongkar pertahanan lawan, meski pertandingan berjalan tidak mudah.
Kemenangan itu terasa penting karena Betis datang dengan performa yang cukup baik dan mampu memberi perlawanan ketat. Rodri mengaku puas dengan tiga poin yang diraih, terlebih laga tersebut berlangsung di salah satu stadion yang sulit ditaklukkan di kompetisi domestik.
Ia juga menyoroti golnya yang membantu Barcelona lebih tenang ketika situasi pertandingan sempat tidak menguntungkan. Meski begitu, Rodri tidak menutup mata terhadap masalah yang masih membayangi tim.
Menurutnya, Barcelona selalu mampu memperlihatkan kualitas besar dalam menyerang. Namun, jumlah kebobolan yang masih tinggi menjadi aspek yang harus segera dibenahi agar permainan tim lebih seimbang.
Espart juga mengingatkan bahwa pendekatan menyerang Barcelona terkadang membuat lini belakang terlalu terbuka. Saat banyak pemain maju membantu serangan, lawan kerap menemukan ruang untuk melakukan transisi cepat.
“Kami merupakan tim yang menyerang, tetapi saya merasa kami masih terlalu sering kebobolan,” ujar Espart kepada DAZN.
Ia menegaskan Barcelona perlu menjaga gawang tetap aman, terutama dalam pertandingan-pertandingan besar. Menurutnya, peningkatan kualitas bertahan harus menjadi prioritas tanpa menghilangkan karakter ofensif tim.
Selain masalah pertahanan, Barcelona juga menghadapi kekhawatiran soal kondisi sejumlah pemain usai laga melawan Betis. Pelatih Hansi Flick mengonfirmasi bahwa Gerard Martin, Eric Garcia, dan Jules Kounde mengalami benturan atau masalah fisik yang akan diperiksa lebih lanjut.
Kondisi ketiganya menjadi perhatian karena Barcelona sudah ditunggu PSG di Liga Champions pada tengah pekan ini. Laga tersebut berpotensi menjadi ujian yang lebih berat bagi lini belakang Blaugrana, terutama jika beberapa pemain bertahan belum pulih sepenuhnya.
Flick harus memastikan kesiapan skuad sekaligus mengevaluasi kelemahan yang terlihat saat melawan Betis. Mengandalkan ketajaman lini serang saja tidak selalu cukup ketika menghadapi lawan yang mampu memanfaatkan setiap kesalahan.
Catatan 11 kemenangan beruntun memang menunjukkan konsistensi Barcelona dalam meraih hasil positif. Namun, jika ingin mempertahankan dominasi dan bersaing di laga-laga besar, mereka perlu memperbaiki keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Tantangan bagi Barcelona kini bukan hanya mencetak gol sebanyak mungkin, melainkan memastikan keunggulan itu tidak terus terancam akibat rapuhnya lini belakang.




