KOLOMBOLA.COM – PSIM Yogyakarta kembali gagal meraih poin penuh saat menghadapi PSM Makassar. Dalam laga tersebut, Laskar Mataram sempat tertinggal dua gol lebih dulu sebelum akhirnya memperkecil kedudukan lewat penalti Ze Valente pada menit ke-82.
PSIM kebobolan melalui gol Achmat Fahrul Aditia pada menit ke-51 dan Stefan Jevtoski pada menit ke-66. Situasi sempat berubah ketika Dusan Lagator diganjar kartu merah langsung pada menit ke-79, yang membuat PSM bermain dengan 10 orang.
Meski unggul jumlah pemain, PSIM tidak mampu memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyamakan skor. Tim tuan rumah justru harus menerima kekalahan di kandang sendiri dan mencatat hasil negatif keempat secara beruntun.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik pada babak pertama. Namun, ia mengakui sejumlah peluang emas gagal dimaksimalkan menjadi gol.
"Pada babak pertama, kami sebenarnya tampil baik. Kami hanya sedikit kurang beruntung. Dan pada akhirnya, kami mencetak gol menjadi 1-2 melalui titik penalti. Kemudian lawan mendapatkan kartu merah. Kami juga memperoleh beberapa peluang emas, tetapi sayangnya gagal memanfaatkannya," kata Van Gastel.
Kegagalan memaksimalkan peluang menjadi masalah utama PSIM dalam beberapa pertandingan terakhir. Empat kekalahan beruntun membuat tim asal Yogyakarta itu harus segera memperbaiki efektivitas serangan agar bisa keluar dari tren negatif.
Hingga lima pertandingan berjalan di BRI Super League 2026/2027, PSIM baru mengoleksi satu poin dan belum meraih kemenangan. Hasil tersebut membuat posisi mereka berada dalam tekanan besar menjelang laga berikutnya.
Van Gastel mengakui situasi yang dihadapi timnya memang tidak mudah. Meski demikian, ia menegaskan PSIM tetap menargetkan kemenangan di setiap pertandingan.
"Tentu saja kami ingin menang dalam setiap pertandingan yang dijalani. Namun, saat ini semuanya terasa sangat sulit," ujarnya.
Pelatih asal Belanda itu juga memahami kekecewaan suporter terhadap performa tim. Menurutnya, reaksi tersebut wajar karena PSIM belum mampu memberikan hasil yang diharapkan.
"Menurut saya, itu hal yang normal karena setelah lima pertandingan, hanya mendapat satu poin saja. Wajar jika suporter mulai merasa marah juga kecewa," pungkasnya.




