KOLOMBOLA.COM – Desire Doue menegaskan ambisi besar Paris Saint-Germain setelah mengalahkan Aston Villa dan menjuarai Piala Super Eropa. Gelandang muda PSG itu menyebut timnya ingin tetap kompetitif dan memburu semua trofi pada musim ini.
PSG sempat mendapat perlawanan sengit dari wakil Inggris tersebut. Khvicha Kvaratskhelia membuka keunggulan pada menit ke-20, sebelum Brian Madjo menyamakan kedudukan menjelang turun minum.
Pertandingan berlangsung semakin ketat pada babak kedua. Doue kemudian menjadi pembeda lewat sepakan kaki kiri yang sempat dicek VAR dan akhirnya disahkan sebagai gol kemenangan PSG.
Trofi ini melanjutkan dominasi PSG setelah musim lalu mereka mengoleksi lima gelar. Doue menilai keberhasilan itu justru menjadi motivasi tambahan untuk mempertahankan level permainan tinggi di musim baru.
PSG datang ke laga ini dengan persiapan pramusim yang tidak ideal. Sejumlah pemain baru kembali dari liburan usai menjalani tugas bersama tim nasional di Piala Dunia 2026. Namun, situasi itu tidak mengurangi ambisi Les Parisiens untuk langsung bersaing sejak awal musim.
"Semangat yang kami miliki adalah selalu menang dan menjadi sekompetitif mungkin. Kami sangat bahagia," kata Doue.
"Kami tahu setelah kembali dari liburan, pertandingan ini tidak akan mudah, tetapi kami menyiapkan semuanya malam ini. Target utama kami adalah memenangkan semuanya tahun ini," lanjutnya.
Peran Doue tidak berhenti pada gol kemenangan. Ia juga tercatat sebagai kreator gol pembuka PSG setelah memberi umpan kepada Kvaratskhelia yang kemudian menaklukkan Marco Bizot.
Kontribusi tersebut membuat Doue mencatatkan rekor tersendiri. Ia menjadi pemain pertama sejak Luis Suarez pada 2015 yang mampu mencetak gol sekaligus memberikan assist dalam satu laga Piala Super Eropa.
Gol penentu Doue sempat dianulir karena dianggap offside. Namun, setelah VAR meninjau ulang situasi, Matty Cash dinyatakan berada lebih dalam sehingga gol itu sah.
Selain Doue, kiper Matvey Safonov juga tampil penting dalam kemenangan PSG. Penjaga gawang asal Rusia itu melakukan tiga penyelamatan untuk menjaga keunggulan timnya hingga laga berakhir.
Safonov mengakui PSG belum menjalani persiapan panjang sebelum pertandingan, tetapi ia menilai performa tim menunjukkan kesiapan untuk mengarungi musim baru.
"Ini seperti biasanya. Sangat bagus untuk mengawali musim dengan sebuah trofi," ujar Safonov.
"Kami belum banyak berlatih, tetapi saya pikir kami sudah menunjukkan bahwa kami siap untuk musim ini," tambahnya.
PSG tidak punya banyak waktu untuk merayakan keberhasilan tersebut. Mereka akan kembali bermain akhir pekan ini menghadapi Lens pada ajang Trophee des Champions.
Setelah itu, PSG langsung memulai upaya mempertahankan gelar Ligue 1 saat menghadapi Rennes pada pekan berikutnya. Ambisi meraih semua trofi membuat setiap laga awal musim menjadi bagian penting dari target besar mereka.




