KOLOMBOLA.COM – Bursa pencalonan presiden Real Madrid mulai memanas setelah Enrique Riquelme resmi menyatakan niatnya untuk maju menantang Florentino Perez. Pria berusia 37 tahun itu disebut telah mengirim surat kepada komite pemilihan klub sebagai tanda kesiapannya bersaing dalam pemilihan mendatang.
Kehadiran Riquelme menarik perhatian karena Perez selama ini hampir tak pernah mendapat lawan berarti dalam beberapa periode terakhir. Situasi tersebut kini berubah dan membuka kemungkinan adanya perebutan kekuasaan yang lebih sengit di Santiago Bernabeu.
Tak sekadar maju sebagai penantang, Riquelme juga dikabarkan membawa sejumlah janji besar untuk menarik simpati para madridista. Dua nama besar yang disebut masuk dalam rencananya adalah Erling Haaland dan Jurgen Klopp.
Menurut laporan El Confidencial yang dikutip melalui Goal, Riquelme telah menghubungi pihak Haaland melalui jejaring yang dimilikinya. Penyerang Manchester City asal Norwegia itu dinilai sebagai sosok ideal untuk menjadi ikon baru Real Madrid pada era berikutnya.
Riquelme juga disebut menyiapkan perubahan di kursi pelatih. Jurgen Klopp menjadi target utama apabila ia berhasil menggeser Perez dari jabatan presiden.
Klopp saat ini menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global Red Bull setelah meninggalkan Liverpool. Laporan tersebut menyebut, pihak Riquelme juga sudah melakukan pendekatan kepada kubu sang pelatih.
Di sisi lain, Perez masih menjadi figur paling kuat dalam struktur Real Madrid. Pria berusia 79 tahun itu pertama kali memimpin Los Blancos pada periode 2000-2006, lalu kembali berkuasa sejak 2009.
Sejak kembali memimpin, Perez hampir selalu terpilih tanpa perlawanan berarti. Ia kembali memenangkan pemilihan pada 2013, 2017, 2021, dan 2025.
Namun, tekanan terhadap Perez meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Real Madrid disebut menjalani dua musim tanpa trofi, kondisi yang terakhir kali terjadi pada 2009/2010.
Dalam konferensi pers terbaru, Perez juga melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak yang menyerangnya. Ia menyebut adanya kampanye fitnah dan konspirasi media di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi klub.




