Dominasi klub-klub Inggris di Eropa musim ini semakin terlihat jelas. Untuk pertama kalinya dalam format modern kompetisi UEFA, satu negara diwakili tiga klub berbeda di tiga final antarklub Eropa dalam musim yang sama.
Arsenal menjadi pembuka jalan dengan memastikan tempat di final Liga Champions. Tim asuhan Mikel Arteta menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1 pada semifinal. Bagi Arsenal, pencapaian ini menjadi langkah besar dalam perjalanan mereka yang terus berkembang dalam beberapa musim terakhir. The Gunners kini tinggal selangkah lagi untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Musim lalu, Arsenal sebenarnya juga mendekati final, tetapi langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah dari Paris Saint-Germain yang kemudian keluar sebagai juara.
Di ajang Liga Europa, Aston Villa juga berhasil melaju ke partai puncak setelah membalikkan keadaan secara impresif saat menghadapi Nottingham Forest. Sempat kalah 0-1 pada leg pertama, tim asuhan Unai Emery bangkit dan menang agregat 4-1.
Villa tampil dominan pada leg kedua dan memastikan tempat di final yang akan digelar di Istanbul pada 20 Mei mendatang. Mereka akan menghadapi wakil Bundesliga, Freiburg. Keberhasilan ini kembali menegaskan reputasi Emery sebagai pelatih yang berpengalaman di kompetisi Eropa. Aston Villa pun berpeluang meraih trofi Eropa pertama mereka dalam beberapa dekade terakhir.
Sementara itu, Crystal Palace juga melanjutkan kisah sensasional mereka dengan lolos ke final Conference League. Klub asal London itu menyingkirkan Shakhtar Donetsk dengan agregat 5-2. Palace sebelumnya menang 3-1 pada leg pertama dan kembali menang 2-1 di Selhurst Park.
Hasil tersebut membawa Crystal Palace ke final Conference League melawan Rayo Vallecano pada 27 Mei. Meski turnamen ini baru diperkenalkan UEFA beberapa tahun lalu, Conference League kini memberi peluang lebih luas bagi klub-klub untuk bersaing di level Eropa.
Inggris sebenarnya pernah mendekati pencapaian serupa pada beberapa musim sebelumnya. Pada 2019, Liverpool mengalahkan Tottenham di final Liga Champions, sementara Chelsea menundukkan Arsenal di final Liga Europa. Dua tahun kemudian, Chelsea kembali juara Liga Champions setelah mengalahkan Manchester City di final sesama klub Inggris, sedangkan Manchester United tampil di final Liga Europa meski kalah.
Namun, belum pernah sebelumnya Inggris memiliki wakil di tiga final kompetisi berbeda sekaligus. Karena itu, musim ini menjadi penegasan bahwa Premier League tengah berada di puncak kekuatan di panggung Eropa.




