BRI Super League: 3 Catatan Positif Arema FC Usai Tahan Imbang Persib Bandung
KOLOMBOLA.COM – Arema FC menjadi tim pertama musim ini yang mampu menghindari kekalahan di kandang Persib Bandung. Di atas kertas, tuan rumah memang lebih diunggulkan karena berstatus pemuncak klasemen dan tampil sempurna setiap kali bermain di kandang.
Namun, Ahmad Alfarizi dan rekan-rekannya mampu menjaga rapat lini pertahanan serta menjadi tim pertama yang menghentikan Persib mencetak gol di kandang sendiri pada musim ini.
Secara permainan, Persib tampil dominan dan menciptakan banyak peluang. Meski begitu, ketangguhan lini belakang Arema serta penampilan gemilang kiper Lucas Frigeri membuat Marc Klok dan kawan-kawan frustrasi sepanjang laga.
Tambahan satu poin memang belum mengangkat posisi Arema dari peringkat ke-10 klasemen. Akan tetapi, ada sejumlah catatan positif yang bisa dipetik dari hasil imbang tanpa gol tersebut.
1. Sinar Lucas Frigeri
Usia bukan menjadi penghalang bagi Lucas Frigeri untuk tampil impresif. Kiper berusia 36 tahun itu mencatatkan 12 penyelamatan krusial untuk menggagalkan berbagai peluang Persib. Tanpa performa Frigeri, Arema berpotensi pulang dengan kekalahan telak.
Penampilan ini menuai banyak pujian, terlebih setelah sebelumnya Frigeri sempat mendapat kritik dari suporter karena performanya menurun. Kini, ia berhasil menjawab keraguan itu dengan penampilan yang konsisten.
Frigeri sebelumnya juga menegaskan tekadnya untuk tampil maksimal hingga akhir musim demi kembali merebut kepercayaan tim dan suporter. Sejauh ini, ia telah mencatatkan empat clean sheet, yang menjadi tanda kebangkitannya setelah sempat kehilangan tempat sebagai kiper utama.
2. Tren Positif Arema di Bandung
Hasil imbang tanpa gol ini membuat Arema cukup puas. Namun, ini bukan kali pertama mereka mencuri poin di Bandung. Pada musim 2023/2024 dan 2024/2025, Arema juga berhasil membawa pulang hasil imbang.
Bedanya, kali ini laga berakhir tanpa gol. Dalam pertandingan tersebut, Arema memang lebih banyak bertahan dan hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Meski beberapa kali mencoba melancarkan serangan balik cepat, penyelesaian akhir mereka masih belum maksimal.
Menariknya, suasana di tribun penonton juga menjadi perhatian. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Aremania terlihat duduk berdampingan dengan suporter Persib. Momen ini menjadi sinyal positif membaiknya hubungan kedua kelompok suporter yang sebelumnya diwarnai rivalitas panas.
3. Pertahanan Kokoh Arema
Meski kehilangan sejumlah pemain belakang akibat cedera Luiz Gustavo dan Walisson Maia, pelatih Marcos Santos mampu menemukan formula pertahanan yang efektif.
Hal itu terlihat jelas saat menghadapi Persib. Arema menerapkan formasi lima bek saat berada di bawah tekanan, dengan komposisi Rio Fahmi, Hansamu Yama, Betinho Filho, Julian Guevara, dan Ahmad Alfarizi. Menariknya, Julian dan Betinho sejatinya berposisi sebagai gelandang bertahan.
Kehadiran keduanya justru memberi keseimbangan dan ketenangan dalam permainan. Selain solid bertahan, mereka juga membantu distribusi bola berkat akurasi umpan yang baik. Alhasil, Arema tetap mampu mengontrol permainan meski terus berada dalam tekanan dan aktif memenangi duel udara.
Disadur dari: Bola.com/Iwan Setiawan/Wiwig Prayugi
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
