KOLOMBOLA.COM – Manchester City berencana mengajukan banding atas vonis terkait Financial Fair Play (FFP) dan menegaskan belum berada dalam situasi yang mengharuskan mereka menjual pemain. Meski begitu, ketidakpastian mengenai sanksi tetap bisa memengaruhi masa depan sejumlah bintang di Etihad Stadium.
Beberapa nama besar disebut berpotensi menjadi incaran klub-klub elite Eropa jika situasi Man City memburuk. Berikut lima pemain yang masa depannya dinilai bisa berubah.
Erling Haaland menjadi nama paling ramai dibahas. Sejak didatangkan dari Borussia Dortmund pada 2022 dengan nilai sekitar Rp1,22 triliun, striker asal Norwegia itu telah mencetak 169 gol dan 30 assist dalam 205 pertandingan. Kontrak jangka panjang Haaland disebut tidak memiliki klausul khusus jika Man City terdegradasi, namun perwakilannya pernah menyampaikan bahwa ia tertarik bermain di La Liga. Barcelona dan Real Madrid dikaitkan dengan Haaland untuk 2027, sementara Bayern Munchen juga disebut bisa masuk persaingan.
Ruben Dias juga berpotensi mencari tantangan baru. Bek asal Portugal itu sudah menjadi pilar penting lini belakang City sejak bergabung dari Benfica pada 2020 dengan nilai sekitar Rp1,54 triliun. Dias telah tampil 262 kali dan mencetak 12 gol. Ia bahkan dipercaya menjadi kapten pada musim 2026/27, tetapi menit bermainnya yang turun musim lalu bisa mendorongnya mempertimbangkan pindah. AC Milan dan Inter Milan dikabarkan tertarik, sementara klub Timur Tengah juga bisa menjadi opsi di tahap berikutnya.
Josko Gvardiol tetap menarik perhatian klub besar. Bek Kroasia itu baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2031. Fleksibilitasnya, karena bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri, menjadikannya aset penting bagi sistem permainan modern. Barcelona dan Real Madrid sudah lama memantau Gvardiol. Meski belum ada tanda City ingin melepasnya, hasil banding dan bentuk sanksi bisa mengubah situasi. Di usia 24 tahun, kualitas teknik dan pengalamannya di level tertinggi membuatnya tetap diminati.
Enzo Fernandez berpotensi diburu Real Madrid. Gelandang Argentina tersebut menjadi salah satu pemain termahal dalam sejarah usai pindah dari Chelsea dengan nilai sekitar Rp2,94 triliun. Ia cepat menjadi bagian penting dalam rencana Enzo Maresca. Kemampuan mengatur tempo, akurasi umpan, dan kecerdasan taktis membuat nilainya tinggi di pasar. Real Madrid disebut terus memantau situasinya dan bisa kembali bergerak jika sanksi terhadap Man City memunculkan peluang. Bayern Munchen juga berpotensi ikut bersaing.
Gianluigi Donnarumma bisa menjadi target Chelsea dan Manchester United. Kiper Italia itu pernah menarik minat Chelsea pada musim panas lalu sebelum klub London itu mengurungkan niat. Chelsea memang sudah mendatangkan Emiliano Martinez, tetapi performanya belum sepenuhnya sesuai harapan, sementara faktor usia Martinez yang kini 34 tahun bisa membuat mereka kembali melirik Donnarumma yang masih berusia 27 tahun.
Manchester United juga pernah mempertimbangkan Donnarumma pada musim panas 2025. Namun, kebutuhan untuk merekrut kiper baru kini tidak lagi mendesak setelah Senne Lammens dipercaya sebagai penjaga gawang utama dan bahkan dinobatkan sebagai rekrutan terbaik Premier League musim 2025/26. Kendati demikian, jika situasi Man City terus berlarut setelah proses banding, Chelsea dan Manchester United bisa kembali memantau perkembangan Donnarumma.
Dengan banyaknya klub besar yang siap menunggu, masa depan para pemain utama Man City masih akan sangat dipengaruhi oleh hasil banding dan keputusan akhir atas sanksi yang dijatuhkan.




