Bonucci Ingin Guardiola Tangani Timnas Italia

21 Apr 2026 • 23:13 iMedia

Timnas Italia tengah berada dalam masa sulit setelah gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Situasi ini membuat federasi dan jajaran tim nasional membutuhkan arah baru untuk memulai kebangkitan.

Kursi pelatih kini kosong setelah Gennaro Gattuso mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut menambah ketidakpastian di tubuh sepak bola Italia, yang juga sedang menghadapi tekanan besar dari publik.

Leonardo Bonucci, yang kini terlibat dalam staf kepelatihan, menilai momen ini sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan besar. Menurutnya, Italia membutuhkan sosok dengan visi kuat untuk mengembalikan reputasi di level internasional.

Bonucci bahkan secara terbuka menyebut Pep Guardiola sebagai figur ideal untuk menangani Gli Azzurri. Ia menilai pelatih Manchester City itu memiliki kapasitas untuk membawa transformasi menyeluruh.

“Jika kami menginginkan perubahan besar di tim nasional, saya akan mengatakan sosok yang tepat adalah Pep Guardiola. Itu sangat sulit, tetapi bermimpi tidak membutuhkan biaya,” ujar Bonucci.

Guardiola saat ini masih terikat kontrak bersama Manchester City hingga Juni 2027. Meski begitu, pelatih asal Spanyol itu beberapa kali mengungkapkan ketertarikannya untuk menangani tim nasional di masa depan.

Selain Guardiola, dua nama pelatih lokal juga muncul sebagai kandidat kuat, yakni Antonio Conte dan Massimiliano Allegri. Keduanya dinilai memiliki pengalaman dan karakter yang cocok untuk memimpin Italia di masa transisi.

Kegagalan lolos ke Piala Dunia juga memicu perubahan di level federasi. Presiden federasi, Gabriele Gravina, memilih mundur di tengah tekanan politik yang mengiringi hasil buruk timnas.

Perubahan lain juga terjadi setelah Gianluigi Buffon melepas jabatannya sebagai kepala delegasi tim. Pemilihan presiden baru federasi dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni.

Bonucci menegaskan Italia tidak bisa mengandalkan solusi instan untuk bangkit. Ia menilai proses pemulihan harus dimulai dari keberanian menghadapi kenyataan dan membangun ulang fondasi sepak bola nasional.

“Kami harus memiliki keberanian menghadapi apa yang terjadi agar bisa mendapatkan kembali rasa hormat dunia,” kata Bonucci.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi pemain muda dan pembangunan dari lini pertahanan sebagai dasar kebangkitan. Menurutnya, kolaborasi antara sepak bola dan kebijakan publik dibutuhkan untuk menciptakan fondasi yang lebih kuat.

Italia, yang pernah empat kali menjuarai Piala Dunia, kini menghadapi tantangan besar untuk kembali ke level tertinggi. Bonucci menilai kesabaran dan kerja panjang adalah satu-satunya jalan untuk memulai rebuild.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya